Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia
Surabaya – KoPi | Capital market crime dapat terjadi di mana saja. Bahkan Amerika Serikat yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi informasi yang maju juga tidak luput dari kejahatan semacam ini. Capital market crime tidak saja mengincar trilyunan uang dalam pasar modal, namun juga dapat menghancurkan sebuah bangsa.
 

Hal itu menjadi kesimpulan dalam diskusi film Economics on Box Office yang diadakan di Surabaya (17/6). Salah satu film yang dibahas, Shadow Recruit, mengisahkan tentang seorang agen CIA yang ditugaskan untuk menyamar sebagai analis saham. Di sana ia menemukan data trading saham mencurigakan asal Rusia. Belakangan diketahui trading tersebut merupakan upaya terorisme ekonomi untuk menghancurkan perekonomian Amerika.

Meskipun hanya fiksi, kisah dalam film tersebut bukan tidak mungkin terjadi. Komisaris Bank Jawa Timur Soebagyo yang menjadi salah satu pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan, spionase ekonomi pernah terjadi di Indonesia.

“Film Shadow Recuit itu mirip kisah John Perkins, agen CIA yang menyamar jadi ekonom Amerika yang menyusup ke Indonesia untuk mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia. Mudah saja caranya. Jika ingin hancurkan sebuah negara, tinggal lemahkan mata uang negara itu,” ungkap Soebagyo.

Hal itu mudah terjadi lantaran saat ini pemerintah memperbolehkan ownership perusahaan perbankan dimiliki oleh orang asing. Indonesia tidak bisa lagi menghentikan kedatangan mereka karena menganut sistem ekonomi open market.

“Kita dipuji-puji asing karena menerapkan sistem ekonomi open market, tapi sebenarnya kita masuk ke jebakan mereka. Untung saja kita masih belum sampai masuk ke death trap seperti yang terjadi di Argentina,” ujar Soebagyo.

 

Soebagyo mengatakan, saat ini kebijakan repatriasi yang disahkan pemerintah sangat merugikan Indonesia. Dengan repatriasi, pemodal asing bisa membawa laba hasil investasi mereka ke negara asal tanpa dikenai pajak. Sampai sekarang, entah berapa banyak kekayaan Indonesia yang dibawa ke luar negeri tanpa menyisakan sedikit pun untuk Indonesia. Apalagi, pemerintah telah memperluas sektor-sektor yang boleh dilakukan repatriasi.

back to top