Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Surabaya-KoPi | Dunia internasional melirik Jawa Timur setelah wilayah provinsi ini menampilkan pertumbuhan ekonomi progresif. Bukan sekedar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pertumbuhan ekonomi berbasis pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), yaitu perekonomian sektor riil masyarakat yang bersentuhan langsung dengan penguatan kesejahteraan sosial ekonomi.

Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf memaparkan perkembangan ekonomi non migas ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 di Surabaya. Laporan perkembangan ekonomi non migas yang ditopang oleh sektor riil, termasuk industri kerajinan dan kreatif, mencapai surplus total 111,56 Trilyun Rupiah pada tahun 2015.

Capaian itu menurut Fatma yang juga Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur adalah pembuktian kekuatan UMKM Jawa Timur. 

"Setelah proses perjuangan bersama antara pemerintah, rakyat dan swasta, Provinsi Jawa Timur telah mampu melahirkan 5.6 juta UMKM yang berkontribusi terhadap 54.98 persen PDRB dan menyerap 11.12 juta pekerja". 

Fatma menjelaskan bahwa sektor riil dari UMKM masih bisa bertumbuh kuat dan makin percaya diri menghadapi persaingan pasar bebas. Akan tetapi beberapa kendala seperti sumberdaya manusia, akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan pengelolaan pemasaran harus bisa ditanggulangi. 

"Kita akan terus bekerja keras meningkatkan kapasitas SDM dan pengorganisasian bisnis UMKM. Agar sektor riil makin kuat di provinsi ini (Jawa Timur, red.)".

Novri Susan sosiolog dari Universitas Airlangga memberikan apresiasi terhadap capaian sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur.

"UMKM adalah nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Provinsi Jawa Timur telah serius mengelola dan meningkatkan kapasitas UMKM. Tentu capaian ini jangan sampai di sini, masih banyak yang harus dikerjakan baik oleh pemerintah dan UMKM untuk makin berdaya dalam pembangunan sosial ekonomi". | A. Ginanjar |

back to top