Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Surabaya-KoPi | Dunia internasional melirik Jawa Timur setelah wilayah provinsi ini menampilkan pertumbuhan ekonomi progresif. Bukan sekedar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pertumbuhan ekonomi berbasis pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), yaitu perekonomian sektor riil masyarakat yang bersentuhan langsung dengan penguatan kesejahteraan sosial ekonomi.

Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf memaparkan perkembangan ekonomi non migas ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 di Surabaya. Laporan perkembangan ekonomi non migas yang ditopang oleh sektor riil, termasuk industri kerajinan dan kreatif, mencapai surplus total 111,56 Trilyun Rupiah pada tahun 2015.

Capaian itu menurut Fatma yang juga Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur adalah pembuktian kekuatan UMKM Jawa Timur. 

"Setelah proses perjuangan bersama antara pemerintah, rakyat dan swasta, Provinsi Jawa Timur telah mampu melahirkan 5.6 juta UMKM yang berkontribusi terhadap 54.98 persen PDRB dan menyerap 11.12 juta pekerja". 

Fatma menjelaskan bahwa sektor riil dari UMKM masih bisa bertumbuh kuat dan makin percaya diri menghadapi persaingan pasar bebas. Akan tetapi beberapa kendala seperti sumberdaya manusia, akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan pengelolaan pemasaran harus bisa ditanggulangi. 

"Kita akan terus bekerja keras meningkatkan kapasitas SDM dan pengorganisasian bisnis UMKM. Agar sektor riil makin kuat di provinsi ini (Jawa Timur, red.)".

Novri Susan sosiolog dari Universitas Airlangga memberikan apresiasi terhadap capaian sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur.

"UMKM adalah nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Provinsi Jawa Timur telah serius mengelola dan meningkatkan kapasitas UMKM. Tentu capaian ini jangan sampai di sini, masih banyak yang harus dikerjakan baik oleh pemerintah dan UMKM untuk makin berdaya dalam pembangunan sosial ekonomi". | A. Ginanjar |

back to top