Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Jogja-KoPi| Kegiatan Inkubasi tahap pertama resmi menandai dimulainya rangkaian gelaran Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2018. Menjadi inovasi baru dari Soprema, inkubasi merupakan program pengembangan kewirausaaan sosial serta pendampingan bagi sociopreneur muda Indonesia. Peserta inkubasi sendiri merupakan finalis Soprema dan kompetisi sociopreneur lain di tahun sebelumnya.

Melalui program inkubasi ini, Soprema 2018 mengharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis kewirausahaan sosial di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini sendiri berlangsung pada Selasa-Rabu, 25-26 September 2018 di kampus Fisipol UGM dan University Club UGM.

Pembukaan kegiatan inkubasi dihadiri oleh Dr. Imam Gunawan, MAP (Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI), Dr. Erwan Agus Purwanto (Dekan FISIPOL UGM), Dr. M. Najib Azca (Direktur YouSure), serta Dr. Hempri Suyatna (Komite Pengarah Soprema 2018). Melalui kesempatan ini, Erwan Agus Purwanto menyampaikan apresiasinya kepada Kemenpora atas dukungan ide serta pendanaan kegiatan Soprema, “semoga pemerintah dapat tetap mendukung kemajuan sumber daya manusia Indonesia dengan program-program serupa,” ungkapnya.

Bagai gayung bersambut, Dr. Imam Gunawan, MAP menyampaikan bahwa Kemenpora selalu mendukung kegiatan-kegiatan sociopreneur anak bangsa. “Dalam sudut pandang pemerintah, keberadaan prakarasa bisnis menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan,” ungkap Imam. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para peserta inkubasi merupakan elemen yang mendukung kemajuan Indonesia agar lebih maju. “Peserta inkubasi dapat menjadi akar kesuksesan sociopreneurship Indonesia,” pungkas Imam.

Inkubasi hari pertama menghadirkan Rika Fatimah, tenaga ahli Dinas Koperasi UMKM DIY, sebagai mentor dalam sesi Social Mentoring. Hadir pula Andhika Mahardika, CEO Agradaya, untuk berbagi dalam Sharing Session.

Rika mencontohkan Semaul Undong di Korea Selatan dalam penjelasannya. Prinsip semangat gotong-royong dan berangkat dari komunitas kecil di sekitar, menginspirasi Rika untuk mencanangkan konsep G2R Tetrapeneur. G2R sendiri merupakan akronim dari Global Gotong Royong; di mana gotong royong dipadukan dengan paradigma global village. Tetrapeneur sendiri, sebagaimana dilansir dari laman Humas UGM, merupakan gerakan inovasi desa berbasis empat (tetra) pilar.

Sesi berikutnya, bertajuk Sharing Session, Andhika membagi pengalamannya dalam mengelola Agradaya. Andhika berkisah bagaimana Agradaya hadir di tengah keprihatinannya atas budi daya sawit yang monokultur ternyata merusak ekosistem. Didukung pula oleh data dari BPS mengenai jumlah luas pertanian dan ketertarikan generasi muda yang minim terhadap bidang pertanian, Agradaya akhirnya mengambil ceruk bisnis tersebut.

Pada tahap awal, stigma mendera Agradaya; apalagi stigma soal kesehatan. Maka, Andhika dan Agradaya berusaha mengedukasi dan memasarkan pula remedi soal pangan dan dampak pangan. Dalam proses edukasi, diperlukan kolaborasi dengan stakehalder ahli. Bagi Andhika, kolaborasi ini merupakan kunci dari sociopreneur itu sendiri.

Mengambil tempat di University Club UGM, inkubasi hari pertama ditutup dengan kegiatan inspiring session dan malam keakraban bagi para peserta. Inspiring Session sendiri diisi oleh Egar Putra Bahtera (CEO Chavelier) yang esok hari turut akan menjadi pelatih pada sesi workshop optimaslisasi.

Di samping program inkubasi bisnis, rangkaian Soprema UGM 2018 juga meliputi program kompetisi bisnis, expo, dan seminar yang akan diselenggarakan bulan November 2018 mendatang. Rangkaian acara Soprema UGM 2018 diharapkan dapat menjadi wujud kontribusi positif dunia akademik dalam berpartisipasi menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi pemuda Indonesia. Soprema UGM 2018 diharapkan dapat menjadi medium untuk mendorong penciptaan dan pengembangan gagasan-gagasan pemuda dalam mewujudkan kesejahteraan di Indonesia.

back to top