Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Inilah pemimpin terbaik Indonesia pendorong ekonomi kerakyatan

Fatma Saifullah Yusuf menerima penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM dari menteri koperasi dan ukm AAGN. Puspayoga Fatma Saifullah Yusuf menerima penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM dari menteri koperasi dan ukm AAGN. Puspayoga

Kupang-KoPi | Hari ini (Minggu, 12/7/2014) pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dan UKM memberikan penghargaan kepada 8 pemimpin daerah atas keberhasilan mereka mendorong, menumbuhkan dan membersamai ekonomi kerakyatan melalui koperasi. 

Salah satu yang terbaik adalah Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf Ketua Umum Badan Kerjasama Wanita Jawa Timur (BKOW Jatim). Fatma menunjukkan komitmen kepemimpinannya dengan pendirian dan pengembangan wirausaha kecil menengah berbasis pada koperasi wanita bernama koperasi Cipta Padma Wanita.

Data dari kementerian koperasi menunjukkan bahwa jumlah koperasi di Indonesia sekitar 155.964 pada awal tahun 2014. Namun demikian, tidak lebih dari 15 persen yang berhasil tumbuh sebagai koperasi yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan penghasilan masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa menumbuhkan koperasi bukan proses yang mudah. Tantangan berkaitan dengan komitmen berusaha, kebersamaan, dan pengelolaan yang baik adalah hal yang sulit dijawab.

Tidak sedikit koperasi yang gulung tikar karena tidak mampu mengelola konflik di antara anggotanya. Selain itu masalah pengelolaan yang konsisten mengikuti prinsip keterbukaan, partisipatif dan akuntabel tidak terjawab secara baik. Pakar sosiologi governance dari Universitas Airlangga, Novri Susan, menjelaskan bahwa koperasi sering mengalami kegagalan berkembang disebabkan oleh faktor fundamental, yaitu kurangnya kepemimpinan yang kuat.

"Kepemimpinan kuat mampu mendorong, menyemangati dan membersamai seluruh anggotanya untuk menjawab hal-hal penting dalam penumbuhkembangan koperasi seperti komitmen, pengelolaan konflik dan administrasi yang baik atau good governance".

Kementerian Koperasi dan UKM menilai bahwa Fatma Saifullah Yusuf ternyata berhasil melewati tantangan-tantangan tersebut. Fatma sendiri menjelaskan bahwa Koperasi Cipta Padma Wanita melalui proses panjang dan tidak mudah. 

"Saya melewati proses pendirian koperasi, perawatan, dan penumbuhan sejak tahun 2012. Langkah pertama saya adalah melakukan penguatan komitmen para pengurus, harmonisasi visi dan kebersamaan bekerja untuk peningkatan ekonomi rakyat kecil".

Fatma Saifullah Yusuf memastikan bahwa keberhasilan penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Cipta Padma Wanita merupakan proses kerjasama. Kemampuan para anggota dan pengurus mengelola konflik, tegas dalam administrasi dan musyawarah sangat efektif untuk membangun tingkat kekuatan kerjasama.

Salah satu pengurus yang dihubungi KoPi melalui telpon, Ningky, menjelaskan bahwa kepemimpinan Fatma Saifullah Yusuf sangat penting dalam keberhasilan pengembangan Koperasi Cipta Padma Wanita. 

"Ibu Fatma memiliki pendekatan yang unik, misalnya, ketika ada konflik di antara anggota atau pengurus. Yang dilakukan Ibu Fatma adalah menemui satu persatu. Setelah itu dipertemukan dalam dialog. Itu dilakukan selama 3 tahun ini tanpa lelah."

Hal lain yang menarik menurut Ningky, Ketua Umum BKOW Jatim tersebut selalu tampil ceria dan sangat terbuka. Sehingga tidak ada jarak yang menghalangi untuk berdialog dalam memecahkan berbagai tantangan.

Koperasi Cipta Padma Wanita Jatim sendiri menurut Fatma Saifullah Yusuf mencapai 285 anggota dan 25 calon anggota. Volume usaha mencapai 1.1 milyar rupiah pada tahun ini. Ia berharap akan terus menambah anggota-anggota baru yang akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. |AG

back to top