Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ini bukti ekonomi di Indonesia terpuruk

Ini bukti ekonomi di Indonesia terpuruk
Surabaya-KoPi| Kenaikan dollar terhadap rupiah memiliki dampak berarti bagi masyarakat Indonesia. Hari ini, nilai tukar dollar terhadap rupiah mencapai RP 14.700. Keadaan tersebut kemudian menjadikan gejolak baru bagi masyarakat.

Penurunan daya beli masyarakat menjadi hal penting atas kenaikan nilai tukar dolar tersebut. Kenaikan di beberapa segi produksi dan bahan pokok, sedangkan pemasukan yang tetap menjadi permasalahan utama.

Salah satu pemilik outlet fashion di Surabaya, Cahayu, merasakan dampak besar tersebut. Ia kehilangan banyak pelanggan yang diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat. “September-Oktober adalah bulan tersepi toko saya. Saya rasa begini, di beberapa elemen ada kenaikan harga produksi, fashion merupakan kebutuhan sekunder masyarakat. Sehingga mereka mengutamakan kebutuhan primer mereka. Maka daya beli terhadap produk fashion sangat anjlok,” ujarnya kepada KoPi.

Cahayu menaikan harga pada setiap produk sebanyak 10%, hal ini disebabkan oleh kenaikan harga kain dan produksi. “Saya harus naikan harga jual. Ketakutan terbesar saya ada pada MEA nanti. Produk luar yang lebih murah akan lebih diperebutkan masyarakat. Lalu, bagaimana nasib kami? Usahawan asal Indonesia sendiri,” tuturnya.

Lulusan Universitas Airlangga tersebut menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menyelesaikan masalah perekonomian yang semakin terpuruk. Baginya, jika nilai tukar rupiah masih sangat anjlok, harga pokok akan semakin melambung tinggi.

“Kalau tidak cepat diselesaikan, keburu keteteran dengan kedatangan MEA. Hancur sudah pengusaha pengusaha Indonesia. Karena harga jual luar negeri lebih murah dibanding kita,” tutupnya. |Labibah|

back to top