Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia-KoPi, Bank, perusahaan asuransi dan perusahaan layanan keuangan lainnya di Indonesia kini harus mencari cara baru untuk mempromosikan produk mereka setelah dikeluarkannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK baru-baru ini mengeluarkan sebuah aturan yang melarang kegiatan promosi produk perbankan yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan telepon. Hal ini karena banyak konsumen yang merasa terganggu dengan banyaknya penawaran pinjaman dan promosi lainnya yang dikirim melalui pesan teks yang semakin hari semakin banyak saja.


Dalam sebuah surat tertanggal 14 Mei yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, juru bicara OJK, Muliaman Hadad, memberitahu kepada semua pelaku bisnis di bank, pasar modal dan sektor non-bank bahwa kegiatan penawaran produk melalui pesan singkat dan panggilan telepon mereka mengganggu masyarakat umum.


Dengan dikeluarkannya surat ini, pihak OJK menginstruksikan sektor bisnis terkait untuk menghentikan kegiatan promosinya dan meninjau kembali kontrak yang masih mereka jalankan dengan rekan bisnis mereka.


OJK kini tengah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengeluarkan MOU demi menjalankan tindakan lebih lanjut. Tambahan pula, OJK menyatakan bahwa konsumen dapat mengirimkan permintaan ke OJK agar pengirim pesan teks di-block.


Menanggapi peraturan baru dari OJK, Henry Koenaifi dari Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan mematuhi aturan tersebut demi perlindungan dan privasi konsumen.


Di tempat terpisah, Kiswati Soeryoko dari Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa pihak penjamin asuransi akan berhenti melakukan promosi produk melalui telemarketing jika OJK sudah memutuskan untuk melarang praktik tersebut.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net


back to top