Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia-KoPi, Bank, perusahaan asuransi dan perusahaan layanan keuangan lainnya di Indonesia kini harus mencari cara baru untuk mempromosikan produk mereka setelah dikeluarkannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK baru-baru ini mengeluarkan sebuah aturan yang melarang kegiatan promosi produk perbankan yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan telepon. Hal ini karena banyak konsumen yang merasa terganggu dengan banyaknya penawaran pinjaman dan promosi lainnya yang dikirim melalui pesan teks yang semakin hari semakin banyak saja.


Dalam sebuah surat tertanggal 14 Mei yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, juru bicara OJK, Muliaman Hadad, memberitahu kepada semua pelaku bisnis di bank, pasar modal dan sektor non-bank bahwa kegiatan penawaran produk melalui pesan singkat dan panggilan telepon mereka mengganggu masyarakat umum.


Dengan dikeluarkannya surat ini, pihak OJK menginstruksikan sektor bisnis terkait untuk menghentikan kegiatan promosinya dan meninjau kembali kontrak yang masih mereka jalankan dengan rekan bisnis mereka.


OJK kini tengah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengeluarkan MOU demi menjalankan tindakan lebih lanjut. Tambahan pula, OJK menyatakan bahwa konsumen dapat mengirimkan permintaan ke OJK agar pengirim pesan teks di-block.


Menanggapi peraturan baru dari OJK, Henry Koenaifi dari Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan mematuhi aturan tersebut demi perlindungan dan privasi konsumen.


Di tempat terpisah, Kiswati Soeryoko dari Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa pihak penjamin asuransi akan berhenti melakukan promosi produk melalui telemarketing jika OJK sudah memutuskan untuk melarang praktik tersebut.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net


back to top