Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia-KoPi, Bank, perusahaan asuransi dan perusahaan layanan keuangan lainnya di Indonesia kini harus mencari cara baru untuk mempromosikan produk mereka setelah dikeluarkannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK baru-baru ini mengeluarkan sebuah aturan yang melarang kegiatan promosi produk perbankan yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan telepon. Hal ini karena banyak konsumen yang merasa terganggu dengan banyaknya penawaran pinjaman dan promosi lainnya yang dikirim melalui pesan teks yang semakin hari semakin banyak saja.


Dalam sebuah surat tertanggal 14 Mei yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, juru bicara OJK, Muliaman Hadad, memberitahu kepada semua pelaku bisnis di bank, pasar modal dan sektor non-bank bahwa kegiatan penawaran produk melalui pesan singkat dan panggilan telepon mereka mengganggu masyarakat umum.


Dengan dikeluarkannya surat ini, pihak OJK menginstruksikan sektor bisnis terkait untuk menghentikan kegiatan promosinya dan meninjau kembali kontrak yang masih mereka jalankan dengan rekan bisnis mereka.


OJK kini tengah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengeluarkan MOU demi menjalankan tindakan lebih lanjut. Tambahan pula, OJK menyatakan bahwa konsumen dapat mengirimkan permintaan ke OJK agar pengirim pesan teks di-block.


Menanggapi peraturan baru dari OJK, Henry Koenaifi dari Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan mematuhi aturan tersebut demi perlindungan dan privasi konsumen.


Di tempat terpisah, Kiswati Soeryoko dari Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa pihak penjamin asuransi akan berhenti melakukan promosi produk melalui telemarketing jika OJK sudah memutuskan untuk melarang praktik tersebut.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net


back to top