Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia-KoPi, Bank, perusahaan asuransi dan perusahaan layanan keuangan lainnya di Indonesia kini harus mencari cara baru untuk mempromosikan produk mereka setelah dikeluarkannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK baru-baru ini mengeluarkan sebuah aturan yang melarang kegiatan promosi produk perbankan yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan telepon. Hal ini karena banyak konsumen yang merasa terganggu dengan banyaknya penawaran pinjaman dan promosi lainnya yang dikirim melalui pesan teks yang semakin hari semakin banyak saja.


Dalam sebuah surat tertanggal 14 Mei yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, juru bicara OJK, Muliaman Hadad, memberitahu kepada semua pelaku bisnis di bank, pasar modal dan sektor non-bank bahwa kegiatan penawaran produk melalui pesan singkat dan panggilan telepon mereka mengganggu masyarakat umum.


Dengan dikeluarkannya surat ini, pihak OJK menginstruksikan sektor bisnis terkait untuk menghentikan kegiatan promosinya dan meninjau kembali kontrak yang masih mereka jalankan dengan rekan bisnis mereka.


OJK kini tengah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengeluarkan MOU demi menjalankan tindakan lebih lanjut. Tambahan pula, OJK menyatakan bahwa konsumen dapat mengirimkan permintaan ke OJK agar pengirim pesan teks di-block.


Menanggapi peraturan baru dari OJK, Henry Koenaifi dari Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan mematuhi aturan tersebut demi perlindungan dan privasi konsumen.


Di tempat terpisah, Kiswati Soeryoko dari Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa pihak penjamin asuransi akan berhenti melakukan promosi produk melalui telemarketing jika OJK sudah memutuskan untuk melarang praktik tersebut.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net


back to top