Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia akan krisis ekonomi lagi?

Image From konfrontasi.com Image From konfrontasi.com

Surabaya-KoPi| Melemahnya rupiah terhadap dollar AS tidak serta merta menjadi acuan bahwa Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Grup Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI), Yoga Affandi pada Kamis (3/9) lalu.

BI sendiri menuturkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih lebih baik dibandingkan pada krisis moneter 1998.

Meskipun begitu, pelemahan rupiah terhadap dollar AS menjadi kekhawatiran besar masyarakat Indonesia terhadap akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998.

“Harga memang masih tergolong wajar. Belum ada kenaikan yang signifikan. Tapi justru ini malah yang menjadi sangat mengkhawatirkan. Bisa saja krisis ekonomi kita akan tumbang secara tiba-tiba. Itu yang sangat ditakuti masyarakat,” ujar Muhammad Dzani, masyarakat Surabaya.

Di pasar Surabaya sendiri belum ada dampak siginifikan atas melemahnya rupiah. “Gak ada yang naik kok Mbak. Cuma ya memang naik seperti biasa aja, nanti juga turun lagi,” tutur Imah pedagang di Pasar Pucang Surabaya.

BI menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki cadev sebesar US$ 107,6 miliar atau setara dengan 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Hal ini sangat berkebalikan dengan cadev Indonesia saat krisis ekonomi di 1998 yang hanya memiliki sebesar US$ 23,76 miliar.

“Yang saat ini harus dilakukan masyarakat Indoensia adalah bersiap. Data yang ditujukan pemerintah bisa jadi berbalik menjadi senjata tajam kehancuran Indonesia. Bukti nyatanya jelas, dollar semakin kuat, dan rupiah kita terpuruk jatuh. Kita harus bersiap untuk kemungkinan buruk, yaitu Indonesia akan krisis ekonomi lagi,” lanjut Dzani. |Labibah|

back to top