Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Indonesia akan krisis ekonomi lagi?

Image From konfrontasi.com Image From konfrontasi.com

Surabaya-KoPi| Melemahnya rupiah terhadap dollar AS tidak serta merta menjadi acuan bahwa Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Grup Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI), Yoga Affandi pada Kamis (3/9) lalu.

BI sendiri menuturkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih lebih baik dibandingkan pada krisis moneter 1998.

Meskipun begitu, pelemahan rupiah terhadap dollar AS menjadi kekhawatiran besar masyarakat Indonesia terhadap akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998.

“Harga memang masih tergolong wajar. Belum ada kenaikan yang signifikan. Tapi justru ini malah yang menjadi sangat mengkhawatirkan. Bisa saja krisis ekonomi kita akan tumbang secara tiba-tiba. Itu yang sangat ditakuti masyarakat,” ujar Muhammad Dzani, masyarakat Surabaya.

Di pasar Surabaya sendiri belum ada dampak siginifikan atas melemahnya rupiah. “Gak ada yang naik kok Mbak. Cuma ya memang naik seperti biasa aja, nanti juga turun lagi,” tutur Imah pedagang di Pasar Pucang Surabaya.

BI menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki cadev sebesar US$ 107,6 miliar atau setara dengan 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Hal ini sangat berkebalikan dengan cadev Indonesia saat krisis ekonomi di 1998 yang hanya memiliki sebesar US$ 23,76 miliar.

“Yang saat ini harus dilakukan masyarakat Indoensia adalah bersiap. Data yang ditujukan pemerintah bisa jadi berbalik menjadi senjata tajam kehancuran Indonesia. Bukti nyatanya jelas, dollar semakin kuat, dan rupiah kita terpuruk jatuh. Kita harus bersiap untuk kemungkinan buruk, yaitu Indonesia akan krisis ekonomi lagi,” lanjut Dzani. |Labibah|

back to top