Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Indonesia akan krisis ekonomi lagi?

Image From konfrontasi.com Image From konfrontasi.com

Surabaya-KoPi| Melemahnya rupiah terhadap dollar AS tidak serta merta menjadi acuan bahwa Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Grup Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI), Yoga Affandi pada Kamis (3/9) lalu.

BI sendiri menuturkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih lebih baik dibandingkan pada krisis moneter 1998.

Meskipun begitu, pelemahan rupiah terhadap dollar AS menjadi kekhawatiran besar masyarakat Indonesia terhadap akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998.

“Harga memang masih tergolong wajar. Belum ada kenaikan yang signifikan. Tapi justru ini malah yang menjadi sangat mengkhawatirkan. Bisa saja krisis ekonomi kita akan tumbang secara tiba-tiba. Itu yang sangat ditakuti masyarakat,” ujar Muhammad Dzani, masyarakat Surabaya.

Di pasar Surabaya sendiri belum ada dampak siginifikan atas melemahnya rupiah. “Gak ada yang naik kok Mbak. Cuma ya memang naik seperti biasa aja, nanti juga turun lagi,” tutur Imah pedagang di Pasar Pucang Surabaya.

BI menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki cadev sebesar US$ 107,6 miliar atau setara dengan 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Hal ini sangat berkebalikan dengan cadev Indonesia saat krisis ekonomi di 1998 yang hanya memiliki sebesar US$ 23,76 miliar.

“Yang saat ini harus dilakukan masyarakat Indoensia adalah bersiap. Data yang ditujukan pemerintah bisa jadi berbalik menjadi senjata tajam kehancuran Indonesia. Bukti nyatanya jelas, dollar semakin kuat, dan rupiah kita terpuruk jatuh. Kita harus bersiap untuk kemungkinan buruk, yaitu Indonesia akan krisis ekonomi lagi,” lanjut Dzani. |Labibah|

back to top