Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Indonesia akan krisis ekonomi lagi?

Image From konfrontasi.com Image From konfrontasi.com

Surabaya-KoPi| Melemahnya rupiah terhadap dollar AS tidak serta merta menjadi acuan bahwa Indonesia dalam kondisi krisis ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Grup Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI), Yoga Affandi pada Kamis (3/9) lalu.

BI sendiri menuturkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih lebih baik dibandingkan pada krisis moneter 1998.

Meskipun begitu, pelemahan rupiah terhadap dollar AS menjadi kekhawatiran besar masyarakat Indonesia terhadap akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998.

“Harga memang masih tergolong wajar. Belum ada kenaikan yang signifikan. Tapi justru ini malah yang menjadi sangat mengkhawatirkan. Bisa saja krisis ekonomi kita akan tumbang secara tiba-tiba. Itu yang sangat ditakuti masyarakat,” ujar Muhammad Dzani, masyarakat Surabaya.

Di pasar Surabaya sendiri belum ada dampak siginifikan atas melemahnya rupiah. “Gak ada yang naik kok Mbak. Cuma ya memang naik seperti biasa aja, nanti juga turun lagi,” tutur Imah pedagang di Pasar Pucang Surabaya.

BI menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki cadev sebesar US$ 107,6 miliar atau setara dengan 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Hal ini sangat berkebalikan dengan cadev Indonesia saat krisis ekonomi di 1998 yang hanya memiliki sebesar US$ 23,76 miliar.

“Yang saat ini harus dilakukan masyarakat Indoensia adalah bersiap. Data yang ditujukan pemerintah bisa jadi berbalik menjadi senjata tajam kehancuran Indonesia. Bukti nyatanya jelas, dollar semakin kuat, dan rupiah kita terpuruk jatuh. Kita harus bersiap untuk kemungkinan buruk, yaitu Indonesia akan krisis ekonomi lagi,” lanjut Dzani. |Labibah|

back to top