Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Jogjakarta-KoPi| Forum Asosiasi Pelaksana Konstruksi DIY melakukan audiensi dengan Komisi C DPRD DIY, Rabu, 3 September 2015.

Sekitar 15 perwakilan pengusaha konstruksi menyampaikan keluhan tentang mahalnya bahan material pertambangan. Harga bahan material saat ini tidak sesuai dengan SK Peraturan Gubernur DIY.

Menurut Ketua Umum GAPENSI ( National Contractor Association of Indonesia) DIY, IR. H. Endro Kumoro sesuai SK Gubernur DIY harga pasir per kubik Rp 70 ribu. Namun kini harganya naik hingga Rp 300 ribu per kubik.

"Harga pasir per kubik sesuai peraturan sebesar 70 kini mencapai Rp. 300 ribu. Ini kenaikan yang tidak masuk akal," tutur Endro sesusai audiensi di Kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB.

Dengan tingginya harga bahan material menyulitkan kontraktor mendapatkan bahan.

"Sangat sulit mencari bahan galian C. Sekarang susah apalagi ada proteksi untuk penambang rakyat manual", tutur salah satu kontraktor, Teguh Iswanto.

Endro mendesak Komisi C DPRD DIY segera menyelesaikan persoalan ini. Mengingat posisi kontraktor yang sulit dengan pencapaian target borongan.

"Ini harga yang tinggi, kita ga mungkin ngasih ke pemborong dengan bahan yang kualitasnya jelek. Tapi kita dilema, banyak dari kami tidak menawar harga ke pemborong, harganya ya itu saja," tutur Endro.

Sementara anggota Komisi C DPRD DIY, H. Sukamto menerima dengan baik keluhan dari asosiasi kontraktor. Komisi C berkomitmen akan menyelesaikan masalah ini.

"Kita akan segera melakukan koordinasi dengan PU, dan dengan instansi terkait," jelas Sukamto. |Winda Efanur FS|

back to top