Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Jogjakarta-KoPi| Forum Asosiasi Pelaksana Konstruksi DIY melakukan audiensi dengan Komisi C DPRD DIY, Rabu, 3 September 2015.

Sekitar 15 perwakilan pengusaha konstruksi menyampaikan keluhan tentang mahalnya bahan material pertambangan. Harga bahan material saat ini tidak sesuai dengan SK Peraturan Gubernur DIY.

Menurut Ketua Umum GAPENSI ( National Contractor Association of Indonesia) DIY, IR. H. Endro Kumoro sesuai SK Gubernur DIY harga pasir per kubik Rp 70 ribu. Namun kini harganya naik hingga Rp 300 ribu per kubik.

"Harga pasir per kubik sesuai peraturan sebesar 70 kini mencapai Rp. 300 ribu. Ini kenaikan yang tidak masuk akal," tutur Endro sesusai audiensi di Kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB.

Dengan tingginya harga bahan material menyulitkan kontraktor mendapatkan bahan.

"Sangat sulit mencari bahan galian C. Sekarang susah apalagi ada proteksi untuk penambang rakyat manual", tutur salah satu kontraktor, Teguh Iswanto.

Endro mendesak Komisi C DPRD DIY segera menyelesaikan persoalan ini. Mengingat posisi kontraktor yang sulit dengan pencapaian target borongan.

"Ini harga yang tinggi, kita ga mungkin ngasih ke pemborong dengan bahan yang kualitasnya jelek. Tapi kita dilema, banyak dari kami tidak menawar harga ke pemborong, harganya ya itu saja," tutur Endro.

Sementara anggota Komisi C DPRD DIY, H. Sukamto menerima dengan baik keluhan dari asosiasi kontraktor. Komisi C berkomitmen akan menyelesaikan masalah ini.

"Kita akan segera melakukan koordinasi dengan PU, dan dengan instansi terkait," jelas Sukamto. |Winda Efanur FS|

back to top