Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir
Surabaya – KoPi | Masyarakat kembali dibuat kaget dengan kenaikan elpiji 12 Kg sejak kamis (1/4). Belum selesai kontroversi kenaikan BBM pada Maret lalu, tabung elpiji 12 kg kini turut mengalami kenaikan sebesar Rp 666,67 per kg atau sekitar Rp 8.000 per tabungnya.

Setyo, salah seorang agen elpiji di Surabaya mengaku hingga saat ini belum terjadi penurunan omset yang signifikan di tempatnya. Namun, ia mengkhawatirkan dampak ke depannya. Apalagi mayoritas pembeli mengeluh dan mulai beralih ke elpiji subsidi jenis 3 Kg.

Dengan naiknya harga, Setyo mengungkapkan harga tebus elpiji yang sebelumnya Rp 133.000 naik menjadi Rp 141.000/tabung. Lalu ia menjualnya kepada masyarakat menjadi Rp 144.000/tabung.

Lain lagi dengan Arfin, pemilik rumah makan yang menggunakan tabung gas jenis 12 Kg. Ia merasa keberatan atas kenaikan harga elpiji tersebut. “Harusnya kan semakin besar semakin murah, kok ini yang jenis kecil malah yang lebih murah, kan aneh” ujarnya.

Arfin mengaku mengalami penurunan omset di rumah makan miliknya lantaran modal yang ia keluarkan menjadi semakin besar. Meski demikian, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga makanan di rumah makannya. Ia khawatir jika ia menaikkan harga, pelanggannya akan kabur dan lebih memukul bisnisnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu kerugian yang dialami Pertamina, akibat harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mencapai harga keekonomian. | Labibah

back to top