Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir
Surabaya – KoPi | Masyarakat kembali dibuat kaget dengan kenaikan elpiji 12 Kg sejak kamis (1/4). Belum selesai kontroversi kenaikan BBM pada Maret lalu, tabung elpiji 12 kg kini turut mengalami kenaikan sebesar Rp 666,67 per kg atau sekitar Rp 8.000 per tabungnya.

Setyo, salah seorang agen elpiji di Surabaya mengaku hingga saat ini belum terjadi penurunan omset yang signifikan di tempatnya. Namun, ia mengkhawatirkan dampak ke depannya. Apalagi mayoritas pembeli mengeluh dan mulai beralih ke elpiji subsidi jenis 3 Kg.

Dengan naiknya harga, Setyo mengungkapkan harga tebus elpiji yang sebelumnya Rp 133.000 naik menjadi Rp 141.000/tabung. Lalu ia menjualnya kepada masyarakat menjadi Rp 144.000/tabung.

Lain lagi dengan Arfin, pemilik rumah makan yang menggunakan tabung gas jenis 12 Kg. Ia merasa keberatan atas kenaikan harga elpiji tersebut. “Harusnya kan semakin besar semakin murah, kok ini yang jenis kecil malah yang lebih murah, kan aneh” ujarnya.

Arfin mengaku mengalami penurunan omset di rumah makan miliknya lantaran modal yang ia keluarkan menjadi semakin besar. Meski demikian, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga makanan di rumah makannya. Ia khawatir jika ia menaikkan harga, pelanggannya akan kabur dan lebih memukul bisnisnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu kerugian yang dialami Pertamina, akibat harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mencapai harga keekonomian. | Labibah

back to top