Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir
Surabaya – KoPi | Masyarakat kembali dibuat kaget dengan kenaikan elpiji 12 Kg sejak kamis (1/4). Belum selesai kontroversi kenaikan BBM pada Maret lalu, tabung elpiji 12 kg kini turut mengalami kenaikan sebesar Rp 666,67 per kg atau sekitar Rp 8.000 per tabungnya.

Setyo, salah seorang agen elpiji di Surabaya mengaku hingga saat ini belum terjadi penurunan omset yang signifikan di tempatnya. Namun, ia mengkhawatirkan dampak ke depannya. Apalagi mayoritas pembeli mengeluh dan mulai beralih ke elpiji subsidi jenis 3 Kg.

Dengan naiknya harga, Setyo mengungkapkan harga tebus elpiji yang sebelumnya Rp 133.000 naik menjadi Rp 141.000/tabung. Lalu ia menjualnya kepada masyarakat menjadi Rp 144.000/tabung.

Lain lagi dengan Arfin, pemilik rumah makan yang menggunakan tabung gas jenis 12 Kg. Ia merasa keberatan atas kenaikan harga elpiji tersebut. “Harusnya kan semakin besar semakin murah, kok ini yang jenis kecil malah yang lebih murah, kan aneh” ujarnya.

Arfin mengaku mengalami penurunan omset di rumah makan miliknya lantaran modal yang ia keluarkan menjadi semakin besar. Meski demikian, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga makanan di rumah makannya. Ia khawatir jika ia menaikkan harga, pelanggannya akan kabur dan lebih memukul bisnisnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu kerugian yang dialami Pertamina, akibat harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mencapai harga keekonomian. | Labibah

back to top