Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang Hari Raya Idul Adha harga daging sapi wilayah kota Jogja cenderung naik. Kisaran harga daging sapi per kilonya Rp 110.000 di Pasar Kranggan dan Rp 120.000 di Pasar Demangan. Sementara harga relatif stabil di Pasar Beringharjo Rp 110.000.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Kota Jogja, Sri Harnani menuturkan harga daging masih normal untuk pasar Beringharjo. Sementara untuk perbandingan harga di pasar-pasar lain pihaknya belum melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Sri menambahkan faktor kenaikan harga daging karena rendahnya permintaan konsumen. Dia menyebutkan pengaruh rumah tangga mengurangi konsumsi daging karena pembayaran biaya sekolah. Dirinya menampik adanya campur tangan pedagang nakal dalam penjualan daging sapi.

Namun hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertanian Kota Jogjakarta, Benny Nurhantoro menuturkan mahalnya harga daging terpaut dengan kondisi ekonomi yang lesu. Kelesuan ekonomi ini diperparah oleh permainan para pedagang daging sapi.

“Ini tren persiapan lebaran ( Idul Adha) oleh shohibul kurban untuk berkurban nah tren yang terakhir ini dimanfaatkan oleh kaum spekulan untuk memenuhi kebutuhan daging," papar Beni saat ditemui di kantornya pukul 13.00 WIB.

Beni menambahkan pedagang spekulan akan mempengaruhi harga daging kurban seperti domba hingga sapi. Namun harga daging sapi ini yang akan semakin naik.

“Kaum spekulan telah menyiapkan dagangannya mengambil di pelosok untuk dijajakan di pasar tiban nanti, mereka akan rame-rame menjual,” tutur Benni.

Secara terpisah pedagang daging Pasar Demangan, Tri mengeluhkan minat konsumen daging menurun drastis. Tri hanya memasok beberapa kilo saja untuk jualan di pasar.

“Ini dari sananya ( supliyer) sedikit harganya naik masih juga resikonya tinggi, otomatis pedagang jadi korbannya, apalagi menjelang Idul Adha naik dari sana disimpan dulu, itu malah lebih sepi lagi,” tutur Tri. |Winda Efanur FS|

back to top