Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Hadi Poernomo tak punya mobil dan hartanya sebagian adalah hibah

Hadi Poernomo tak punya mobil dan hartanya sebagian adalah hibah

Jakarta-KoPi, Hadi Poernomo mantan Dirjen Pajak dan ketua BPK yang ditangkap KPK akibat merugikan negara Rp 375 Milar, mengaku  tak meniliki harta bergerak berupa mobil. Kekayaannya berupa tanah dan rumah yang tersebar di 25 lokasi dari Los Angeles Amerika Serikta hingga Jaotabek hingga Tanggamus Lampung.

Harta-harta itu sebegagian besar adalah hibah ketika ia menjadi pegawai pajak sejak 1972 hingga ia menjadi Dirjen Pajak hingga 2004.
DiLaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKPN), Hadi mengaku sebagian besar rumah dan tanahnya, termasuk yang di Depok, diperoleh dari hasil pemberian atau hibah sejak 1985 sampai 2004 atau saat dia masih menjabat Dirjen Pajak. Sebagiannya lagi diperoleh dari hasil sendiri.

Masih dari LHKPN yang sama, Hadi juga memiliki harta bergerak berupa barang seni senilai Rp 1 miliar dari hibah pada 1979, logam mulia senilai Rp 100 juta dari hibah pada 1972, batu mulia senilai Rp 400 juta dari hasil hibah 1972 dan harta bergerak lainnya senilai Rp 25 juta juga dari hibah pada 1985. Ia juga melaporkan mempunyai harta giro dan setara kas senilai Rp 293.425.774.

Hadi Poernomo,  menurut Dewan Analisis Strategis di Badan Intelejen Negara ini mempunyai harta kekayaan senilai Rp 38.800.979.805 atau Rp 38,8 miliar per 9 Februari 2010.

KPK tidak boleh berhenti hanya mendakwa Hadi Poernomo hanya sampai pada kasus kredit macet BCA senilai Rp 5,7 Trilyun dan beropyensi merugikan negara Rp 375 Milyar. Tetapi juga mengusut hibah-hibah yang diterima Hadi Poernomo dan para petugas pajak di Indonesia. Harus diselidki asal usul hibah itu dari mana dan atas kepentinga apa. Mereka rata-rata meiliki kekyaan yang aneh dicerna akal sehat dan moralitas hukum.


Reporter: E Hermawan

back to top