Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Gubernur minta dorong industri kecil dengan kredit bunga murah

Gubernur minta dorong industri kecil dengan kredit bunga murah
Surabaya - KoPi | Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap PT Bank Pembangunan Jawa Timur (PT Bank Jatim) tbk dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank UMKM Jawa Timur bisa kembali ke peran awalnya sebagai bank pembangunan daerah. Bank Jatim dan Bank UMKM diharapkan dapat memberi kredit murah pada usaha kecil untuk mendorong kemajuan industri di Jawa Timur.
 

Hal tersebut dikatakan Pakdhe Karwo, panggilan Soekarwo, saat memberi sambutan dalam Pelantikan dan Serahterima Jabatan Direktur Utama PT Bank Jatim dan Direktur Utama Bank BPR UMKM Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Selasa (9/6). 

"Ini bukan sekedar permasalahan margin laba besar yang dicari, tetapi kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasarannya," ujar Pakdhe Karwo.

Pakdhe mengatakan hal itu sesuai pesan Presiden Joko Widodo pada acara pertemuan di Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu. Presiden mengintruksikan agar dilakukan restrukturisasi pemberian kredit lebih murah. 

"Karena tidak ada gunanya dengan pertumbuhan yang tinggi tetapi diimbangi dengan inflasi tinggi, karena akan berdampak pada kenaikan suku bunga," jelas Karwo.

Karwo mengatakan, Bank BPR dan Bank UMKM Jawa Timur sudah punya tugas yang jelas, yaitu tidak mencari keuntungan besar, tetapi membela masyarakat kecil. "Bank UMKM dilahirkan untuk membantu mereka dari pinggiran untuk dibawa ke tengah dengan diberikan akses permodalan. Tugas itu yang menjadikan setiap Bank UMKM tidak dihitung dari jumlah keuntungannya, tetapi dari bagaimana efek ekonomi yang diberikan Bank UMKM pada mereka yang ekonominya terpinggirkan," tukas Karwo.

Pakdhe Karwo berpesan agar Bank BPR UMKM Jawa Timur harus bisa memberikan pinjaman bunga murah, yaitu 6 persen. Pada RUPS sebelumnya diketahui keuntungan Bank BPR UMKM hanya sebesar 12 persen, dengan modal Rp 183 miliar. 

"Keuntungannya tidak banyak, yang penting tugasnya bisa membantu masyarakat kecil. Bank Jatim dan Bank BPR UMKM Jawa Timur diharapkan bisa membantu pembangunan di daerah. Kewajiban Bank Jatim adalah membangun Jawa Timur dengan bisa memberikan suku bunga yang murah," kata Karwo.

Gubernur menyarankan agar Bank Jatim mengajukan pinjaman suku bunga murah dari APBN, misalnya sebesar Rp 1 triliun. Uang dari pemerintah tersebut dengan akan menjadi lending kredit dengan bunganya 6 sampai 7,5 persen/tahun bagi masyarakat kecil. 

“Tetapi uang Rp 1 triliun jangan semuanya untuk kredit bunga murah, bisa jebol atau kurang baik jadinya,” ujarnya.

back to top