Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

Yogyakarta-KoPi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengkubowono X berkunjung ke pasar tradisional Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta pada hari Kamis kurang lebih jam 10.00 Wib (3/4/2014).

Kedatangan Ratu Hemas disambut gembira oleh para pedagang yang ada di sana. Para pedagang pun menghampiri sang Ratu untuk bersalaman menyambutnya.


Ratu Hemas sangat mengapresiasi para pedagang di pasar tradisional Beringharjo dan menyemangati para pedagang dan pekerja yang ada di sana.


“Yang pertama untuk pedagang-pedagang yang ada di tempat sayuran tadi, itu saya lihat bahwa mereka sangat ulet karena mulai berjualan dari jam 4 pagi,” ungkapnya.


Ratu juga mengomentari produk-produk kerajinan Jogja yang di jual di pasar tersebut. Menurutnya produk kerajinan bisa menjadi minat yang luar biasa di dalam penjualannya.


“Memang saya harap pasar ini juga ada promosi supaya mereka juga tahu bahwa di lantai dua ini ada barang-barang handy craft (kerajinan tangan),” harapnya.


Ratu juga sangat mendukung produk-produk tradisional menanggapi supermarket yang semakin meluas.


“Kita memang harus mengharapkan seperti sayuran dan sebagainya itu mbok ya jangan dijual di supermarket, karena pasar tradisional yang menjual sayuran itu masih mengharapkan punya nilai lebih di pasar tradisional. Jadi saya kira supermarket bisa menjual yang lainnya lah,” tegas Ratu.


Reporter: Fahrurrazi

back to top