Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

Yogyakarta-KoPi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengkubowono X berkunjung ke pasar tradisional Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta pada hari Kamis kurang lebih jam 10.00 Wib (3/4/2014).

Kedatangan Ratu Hemas disambut gembira oleh para pedagang yang ada di sana. Para pedagang pun menghampiri sang Ratu untuk bersalaman menyambutnya.


Ratu Hemas sangat mengapresiasi para pedagang di pasar tradisional Beringharjo dan menyemangati para pedagang dan pekerja yang ada di sana.


“Yang pertama untuk pedagang-pedagang yang ada di tempat sayuran tadi, itu saya lihat bahwa mereka sangat ulet karena mulai berjualan dari jam 4 pagi,” ungkapnya.


Ratu juga mengomentari produk-produk kerajinan Jogja yang di jual di pasar tersebut. Menurutnya produk kerajinan bisa menjadi minat yang luar biasa di dalam penjualannya.


“Memang saya harap pasar ini juga ada promosi supaya mereka juga tahu bahwa di lantai dua ini ada barang-barang handy craft (kerajinan tangan),” harapnya.


Ratu juga sangat mendukung produk-produk tradisional menanggapi supermarket yang semakin meluas.


“Kita memang harus mengharapkan seperti sayuran dan sebagainya itu mbok ya jangan dijual di supermarket, karena pasar tradisional yang menjual sayuran itu masih mengharapkan punya nilai lebih di pasar tradisional. Jadi saya kira supermarket bisa menjual yang lainnya lah,” tegas Ratu.


Reporter: Fahrurrazi

back to top