Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ekonomi Jatim tetap tumbuh di tengah kelesuan ekonomi dunia

Ekonomi Jatim tetap tumbuh di tengah kelesuan ekonomi dunia
Surabaya - KoPi | Jawa Timur kembali membuktikan diri sebagai provinsi dengan kemajuan ekonomi pesat di Indonesia. Di triwulan II 2015, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,25 persen dibanding triwulan II 2014. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,67 persen.
 

Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pusat Statistik Jawa Timur M. Sairi Hasbullah dalam konferensi pers di Kantor BPS Jawa Timur (5/8). Pertumbuhan ekonomi Jatim melampaui provinsi lain, seperti DKI Jakarta (5,15 persen), Sumatera Utara (5,11 persen), Jawa Barat (4,88 persen), dan Jawa Tengah (4,84 persen).

"Kondisi ini membuktikan Jatim sebagai provinsi yang tidak terlalu terpengaruh oleh perlambatan ekonomi nasional maupun dunia. Padahal krisis ekonomi di Yunani ikut memperberat ekonomi Indonesia, tapi pertumbuhan ekonomi Jatim cukup baik," ungkap Sairi.

Sairi mencontohkan, produk domestik bruto (PDB) Amerika saat ini turun dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen. Sedangkan Singapura turun dari 2,1 persen menjadi 1,2 persen, dan Inggris hanya tumbuh di bawah 3 persen. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi permintaan ekspor barang dari Indonesia.

Sairi mengungkapkan ada dua sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jatim, yaitu sektor pengolahan dan perdagangan. Dari angka 5,25 persen, industri pengolahan menyumbang pertumbuhan sebesar 1,56 persen. Selain itu, sektor perdagangan berkontribusi pada peningkatan 1,18 persen.

back to top