Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan
Surabaya-KoPi| Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyambut positif usulan Gubernur Jawa Timur untuk menggratiskan kendaraan yang lewat Jembatan Suramadu. Bahkan DPD RI siap mengajukan surat ke Presiden untuk memperkuat usulan Gubernur tersebut.
 

"Pembebasan biaya akses ke Jembatan Suramadu akan mengurangi disparitas ekonomi di Madura dengan daerah lain di Jatim. Apalagi selama ini, perekonomian daerah di Madura masih tertinggal dengan Surabaya yang jaraknya cukup dekat. Untuk itu, kami akan menggalang suara dari tiga anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Jawa Timur untuk mendukung usulan tersebut," tegas Ketua Komite II DPD RI Ahmad Nawardi.

Menurut Nawardi, dengan dibebaskannya biaya akses ke Suramadu, biaya distribusi barang, khususnya produk asal Madura, akan dapat ditekan. Selama ini produk unggulan Madura selalu kalah bersaing karena biaya produksinya dan ongkos angkut yang lebih mahal.

"Kalau tarif tol roda empat bisa digratiskan, produk asal Pulau Madura akan bisa berdaya saing dengan produk lain dari luar Jawa Timur. Jika tarif tol dihapus, otomatis juga akan mengurangi biaya produksi, sehingga harga barang jadi lebih murah,"tutur Nawardi.

Nawardi optimistis pembebasan biaya tol Suramadu ini tidak akan mempengaruhi arus penyeberangan Ujung-Kamal. Itu karena masyarakat sekitar masih banyak yang memilih menyeberang menggunakan feri.

Saat ini, akses ke Tol Suramadu untuk kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/ truk kecil dan bus) dikenai biaya Rp 30.000. Untuk kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar) sebesar Rp 45.000, dan kendaraan golongan III (truk tiga gandar) sebesar Rp 60.000. Sedangkan untuk kendaraan golongan IV (truk empat gandar) Rp 75.000. 

Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo menghapuskan biaya masuk Tol Suramadu untuk roda dua. Kebijakan itu bersamaan dengan kebijakan diskon 35 persen untuk masuk tol selama musim lebaran 2015.

back to top