Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan
Surabaya-KoPi| Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyambut positif usulan Gubernur Jawa Timur untuk menggratiskan kendaraan yang lewat Jembatan Suramadu. Bahkan DPD RI siap mengajukan surat ke Presiden untuk memperkuat usulan Gubernur tersebut.
 

"Pembebasan biaya akses ke Jembatan Suramadu akan mengurangi disparitas ekonomi di Madura dengan daerah lain di Jatim. Apalagi selama ini, perekonomian daerah di Madura masih tertinggal dengan Surabaya yang jaraknya cukup dekat. Untuk itu, kami akan menggalang suara dari tiga anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Jawa Timur untuk mendukung usulan tersebut," tegas Ketua Komite II DPD RI Ahmad Nawardi.

Menurut Nawardi, dengan dibebaskannya biaya akses ke Suramadu, biaya distribusi barang, khususnya produk asal Madura, akan dapat ditekan. Selama ini produk unggulan Madura selalu kalah bersaing karena biaya produksinya dan ongkos angkut yang lebih mahal.

"Kalau tarif tol roda empat bisa digratiskan, produk asal Pulau Madura akan bisa berdaya saing dengan produk lain dari luar Jawa Timur. Jika tarif tol dihapus, otomatis juga akan mengurangi biaya produksi, sehingga harga barang jadi lebih murah,"tutur Nawardi.

Nawardi optimistis pembebasan biaya tol Suramadu ini tidak akan mempengaruhi arus penyeberangan Ujung-Kamal. Itu karena masyarakat sekitar masih banyak yang memilih menyeberang menggunakan feri.

Saat ini, akses ke Tol Suramadu untuk kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/ truk kecil dan bus) dikenai biaya Rp 30.000. Untuk kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar) sebesar Rp 45.000, dan kendaraan golongan III (truk tiga gandar) sebesar Rp 60.000. Sedangkan untuk kendaraan golongan IV (truk empat gandar) Rp 75.000. 

Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo menghapuskan biaya masuk Tol Suramadu untuk roda dua. Kebijakan itu bersamaan dengan kebijakan diskon 35 persen untuk masuk tol selama musim lebaran 2015.

back to top