Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Disperindagkop DIY: Lemahnya rupiah tak berpengaruh pada ekonomi DIY

Disperindagkop DIY: Lemahnya rupiah tak berpengaruh pada ekonomi DIY

Jogjakarta-KoPi| Kepala Disperindagkop DIY Baskoro Aji memandang lemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian di DIY.

"Berpengaruhnya di Jakarta sana saya kira di daerah tidak, yang berpengaruh industri-industri yang menggunakan bahan baku impor seperti tekstil," jelas Baskoro saat konferensi pers Jogja Trade Ekspo di JEC pukul 11.20 WIB.

Disperindagkop mengharapkan pameran bisa mengangkat citra produk Indonesia di pasar internasional. Memacu industri Indonesia untuk membuat produk yang lebih kreatif dan variatif. Adanya Jogja Trade Ekspo langkah awal mengantisipasi banjir produk impor sejenis yang mulai membanjiri pasar domestik.

Dalam konteks yang lebih luas, Jogja Trade Ekspo juga digunakan untuk menjajaki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk menghadapi MEA, Baskoro Aji telah menyiapkan strategi ekonomi. Berupa peningkatan kualitas produk dalam negeri.

"Karena MEA yang paling berat adalah kekuatan dari segi kualitas agar bisa bersaing dengan produk luar negeri," jelas Baskoro.

Baskoro menambahkan peningkatan kualitas menjadi prioritas utama sementara harga menjadi nomor dua.

"Orang memilih kualitas baru harga".

Selain itu Disperindagkop juga akan menggandeng pihak lain untuk promosi menguatkan produk dalam negeri.

"Salah satu kelemahan kita dari sisi pasar. Mind set masyarakat produk luar negeri seolah-olah lebih bagus dari produk kita. Jadi orang akan memilih dari kualitas dari harga," imbuh Baskoro.

Sementara berdasarkan data Disperindagkop tahun 2014, pertumbuhan ekonomi di DIY mencapai 127% dan tahun 2015 mencapai 147,32%.

Peningkatan tersebut menandakan gairah ekonomi di DIY cukup baik. Prestasi ini akan dijadikan bekal menghadapi MEA yang sudah di depan mata. |Winda Efanur FS|

back to top