Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Di tangan Pakdhe Karwo Jawa Timur jadi warung internasional

Di tangan Pakdhe Karwo Jawa Timur jadi warung internasional
Surabaya - KoPi| Pertumbuhan ekonomi selalu diikuti dengan meningkatnya kesenjangan antara pemilik modal dengan masyarakat miskin. Hal tersebut disadari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Karena itu, demi mempersempit kesenjangan antara penduduk miskin dengan penduduk kaya, industrialisasi dan penguatan usaha kecil menengah menjadi fokus utama Soekarwo.
 

"Konsep yang saya kembangkan adalah JATIMNOMICs, yaitu model ekonomi untuk menghadapi perdagangan global sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ungkap Soekarwo dalam jumpa pers Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga (21/8). Alumni Universitas Airlangga tersebut mendapat gelar Doktor Kehormatan karena kiprahnya dalam pembangunan ekonomi Jawa Timur.

Konsep ini sebenarnya bukan barang baru, karena merupakan perwujudan dari model Indonesia Incorporated yang diusung oleh Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng. Indonesia Incorporated adalah konsep multisinergi seluruh elemen bangsa dan negara, termasuk perusahaan, untuk berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan nasional. Ide tersebut terinspirasi dari pembangunan ekonomi di Jepang yang membentuk JAPAN Incorporated. Namun, ide Indonesia Incorporated tersebut tidak kunjung terealisasi dan timbul tenggelam.

Di tangan Soekarwo, JATIMNOCMICs diwujudkan menjadi sebuah sistem ekonomi khas Jawa Timur. Soekarwo menyebutkan, JATIMNOMICs mensinergikan konsep ekonomi berkeadilan yang diminta oleh konstitusi, dengan ekonomi liberal yang menekankan efisiensi. Sederhananya, Jawa Timur mampu mewujudkan keuntungan sekaligus menjaga kekeluargaan, seperti layaknya warung.

"Itu semua bisa terwujud karena Jawa Timur memiliki dialog khas antara eksekutif dengan legislatif. Hubungan antara eksekutif dengan legislatif di Jawa Timur merupakan hubungan yang konstruktif. Di sini tidak ada kubu-kubuan seperti di Jakarta," ujar Soekarwo.

Demi memperkecil jurang antara pemilik modal dengan masyarakat menengah ke bawah, penguatan industri dan UMKM menjadi prioritas. Menurut Soekarwo, industri besar dan UMKM harus bisa berjalan bersama-sama. 

Untuk itu, Soekarwo berupaya menjadikan Jawa Timur sebagai kawasan yang ramah investasi, mempermudah ijin usaha dan penyediaan pembiayaan murah bagi UMKM, menyediakan power plant yang cukup, serta mendekati buruh.

Saat hal itu terwujud, maka selanjutnya adalah menyediakan pasar bagi produk-produk asli Jawa Timur. Soekarwo menyadari, dengan dimulainya AEC, maka ada keniscayaan dari urgensi regionalisasi internal (antar pulau di Indonesia) dan eksternal (antar negara).

"Karena itu, saya membuka kantor perwakilan perdagangan di 26 provinsi di Indonesia dan di 6 negara. Di Indonesia, Jawa Timur yang pertama kali mengadopsi model ini. Dengan cara ini, semua kegiatan perekonomian bisa dilaksanakan secara langsung melalui business to business," tukasnya.

"Melalui model tersebut, neraca perdagangan Jawa Timur hingga saat ini selalu bisa positif, bahkan saat neraca perdagangan nasional sedang minus. Defisit neraca perdagangan dengan luar negeri bisa ditutup dengan surplus neraca perdagangan antar pulau," tambahnya.

back to top