Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Dekati ramadhan, harga jengkol saingi daging sapi

Dekati ramadhan, harga jengkol saingi daging sapi
Jakarta - KoPi | Ramadhan terasa semakin dekat. Harga bahan pokok semakin meningkat. Bahkan Jengkol yang merupakan lauk kesukaan asal betawi ini melonjak drastis setara harga daging.

Di pasar Timbul Jagakarsa, bu Lusi selaku pedagang sayuran mengaku harga sudah naik dua minggu belakangan ini. kenaikan harga sayuran menurutnya diikuti dengan momen ramadhan yang semakin dekat sehingga kebutuhan meningkat.

Harga bawang yang awalnya berkisar 28.000 mengalami kenaikan hingga 35.000. cabai yang semula 20.000 menjadi 28.000. Bahkan menu favorit betawi yaitu jengkol mengalami kenaikan drastis. Harga semula 40.000/kg naik menjadi 70.000/kg.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat mendekati bulan Ramadhan. Menurut Sinta selaku pedagang sayur di pasar timbul, kenaikan ini menyebabkan penurunan daya beli masyarakat.

“Biasanya saya kulakan 5 kilo, sekarang jadi Cuma 3 kilo. Jadi turun minggu-minggu ini. penghasilan juga menurun” ujar Sinta.

Lusi menduga penurunan daya beli masyarakat tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan harga. “Ini waktunya anak sekolahan daftar ulang. Jadi pengeluaran lebih besar. Keluarga pastinya lebih meminimalisir pengeluaran. Makannya daya beli masayrakat turun” ujar Lusi.

Meskipun harga kerap naik. Lusi menduga awal ramadhan nanti harga akan kembali meningkat. Sehingga bisa bisa saja harga jengkol menyaingi harga daging sapi perkilonya.

Mengatisipasi kenaikan tersebut, Ella selaku pembeli di pasar tersebut mulai memenuhi kebutuhan rumah sedari dini. “Saya beli bawang, cabe dan lain sebagainya lebih banyak saat ini. buat nyetok dirumah. jadi nanti kalo pas romadhon harganya melambung tinggi saya masih punya persediaan banyak dirumah” ujar Ella. | Labibah

back to top