Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dekati ramadhan, harga jengkol saingi daging sapi

Dekati ramadhan, harga jengkol saingi daging sapi
Jakarta - KoPi | Ramadhan terasa semakin dekat. Harga bahan pokok semakin meningkat. Bahkan Jengkol yang merupakan lauk kesukaan asal betawi ini melonjak drastis setara harga daging.

Di pasar Timbul Jagakarsa, bu Lusi selaku pedagang sayuran mengaku harga sudah naik dua minggu belakangan ini. kenaikan harga sayuran menurutnya diikuti dengan momen ramadhan yang semakin dekat sehingga kebutuhan meningkat.

Harga bawang yang awalnya berkisar 28.000 mengalami kenaikan hingga 35.000. cabai yang semula 20.000 menjadi 28.000. Bahkan menu favorit betawi yaitu jengkol mengalami kenaikan drastis. Harga semula 40.000/kg naik menjadi 70.000/kg.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat mendekati bulan Ramadhan. Menurut Sinta selaku pedagang sayur di pasar timbul, kenaikan ini menyebabkan penurunan daya beli masyarakat.

“Biasanya saya kulakan 5 kilo, sekarang jadi Cuma 3 kilo. Jadi turun minggu-minggu ini. penghasilan juga menurun” ujar Sinta.

Lusi menduga penurunan daya beli masyarakat tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan harga. “Ini waktunya anak sekolahan daftar ulang. Jadi pengeluaran lebih besar. Keluarga pastinya lebih meminimalisir pengeluaran. Makannya daya beli masayrakat turun” ujar Lusi.

Meskipun harga kerap naik. Lusi menduga awal ramadhan nanti harga akan kembali meningkat. Sehingga bisa bisa saja harga jengkol menyaingi harga daging sapi perkilonya.

Mengatisipasi kenaikan tersebut, Ella selaku pembeli di pasar tersebut mulai memenuhi kebutuhan rumah sedari dini. “Saya beli bawang, cabe dan lain sebagainya lebih banyak saat ini. buat nyetok dirumah. jadi nanti kalo pas romadhon harganya melambung tinggi saya masih punya persediaan banyak dirumah” ujar Ella. | Labibah

back to top