Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Dekan Fapet UGM: Festival Sate wujud kedaulatan pangan

Ketua Pelaksana Festival Sate 2017, Dr. Endy Triyannanto (tiga kiri) memberikan kecap secara simbolis kepada Pemilik Warung Sate Klatak, Lek Yunus, salah seorang UKM Binaan Fapet UGM, di Yogyakarta, Rabu (08/11/2017). Fapet UGM bertekad untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat khususnya UKM yang menekuni pengolahan daging sebagai salah satu upaya menjaga kedaulatan pangan nasional. Ketua Pelaksana Festival Sate 2017, Dr. Endy Triyannanto (tiga kiri) memberikan kecap secara simbolis kepada Pemilik Warung Sate Klatak, Lek Yunus, salah seorang UKM Binaan Fapet UGM, di Yogyakarta, Rabu (08/11/2017). Fapet UGM bertekad untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat khususnya UKM yang menekuni pengolahan daging sebagai salah satu upaya menjaga kedaulatan pangan nasional.

Jogja-KoPi| Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ali Agus menyatakan kegiatan festival sate 2017 yang akan digelar Fapet UGM, merupakan wujud untuk menjaga dan meningkatkan kedaulatan pangan nasional.

"Melalui kegiatan Festival Sate 2017, Fapet UGM ingin berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan upaya kedaulatan pangan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis usai persiapan akhir Festival Sate 2017 dalam rangka Dies Natalis Fakultas Peternakan UGM ke-48, di Kampus Fapet UGM, Yogyakarta, Rabu (08/11/2017).

Prof Ali menjelaskan, sektor peternakan memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu Negara mencapai kedaulatan pangan. Yaitu melalui produk hasil peternakan yang sangat banyak, salah satunya adalah daging.

Olahan daging sendiri, terang dia, sudah banyak dijumpai dan salah satu produk olahan daging yang paling diminati masyarakat adalah sate.

"Maka dari itu, rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Peternakan yang ke-48 ingin meluncurkan kegiatan Festival Sate 2017. Dimana, salah satu aspek khusus dari Kegiatan Festival Sate 2017 adalah keanekaragaman kuliner dengan basis daging yang merupakan produk unggulan bidang Peternakan," papar Prof Ali.

Citarasa Nusantara

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Festival Sate 2017, Dr. Endy Triyannanto, Ph.D mengatakan, variasi olahan sate dengan citarasa khas Nusantara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menonjolkan olahan produk Peternakan.

"Sebagai salah satu cara meningkatkan image brand dari produk olahan peternakan serta meningkatkan konsumsi protein di kalangan masyarakat," ungkap dia.

Berbagai Pihak

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kata dia, Fapet akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk asosiasi pedagang sate di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Persatuan Pengusaha Domba dan Kambing Yogyakarta (PPDKY), komunitas Foodtruck Yogyakarta, Bank BRI, dan kelompok lainnya.

"Bahkan Ketoprak RRI berkolaborasi dengan Fapet UGM, akan mementaskan ketoprak berjudul 'Layung Wilwatikta', dan dimeriahkan Albasia saman dan Rythmic Charolaise band," kata Endy menjelaskan.

Selain menyediakan variasi sate yang ada di pasaran dan meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk olahan peternakan, kata Endy, pihaknya juga ingin menambah wawasan masyarakat tentang berbagai macam olahan hasil peternakan serta melestarikan kebudayaan Indonesia yang dilahirkan secara turun-temurun.

"Selain itu, tenant atau para pedagang sate dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang promosi untuk meningkatkan penjualan di outlet yang mereka miliki. Dengan demikian, dapat diharapkan agar semua tujuan kegiatan ini dapat tersiarkan dengan baik di kalangan masyarakat," tutup Endy yang juga Dosen Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fapet UGM.

Data Fapet UGM mencatat, Festival Sate 2017 itu akan dirangkai dengan kegiatan Reuni Akbar dan Pagelaran Kethoprak, pada Jumat (10/11/2017). Kegiatan akan berlangsung di halaman Auditorium drh. Soepardjo, Fakultas Peternakan, UGM.

back to top