Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Debat terbuka calon kepala daerah Sleman soal pembangunan desa

Jalannya diskusi “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru” Jalannya diskusi “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru”

Sleman-KoPi| Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2015 DIY telah memasuki tahap kampanye. Dua pasangan calon (paslon) Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya dan Sri Purnomo-Sri Muslimatun mulai gencar mendekati masyarakat. Para paslon masih menjadikan kesejahteraan masyarakat desa sebagai topik utama.

Bersamaan dengan program pembangunan desa oleh pemerintah, lembaga IRE yang mengawal isu desa memanfaatkan momen kampanye sebagai ajang diskusi bersama paslon.

Diskusi bulanan IRE “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru” menghadirkan pembicara Yuni Satia Rahayu dan Sri Purnomo. Diskusi mengupas tuntas pandangan paslon dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat saat ini sekaligus rencana program pembangunan desa.

Menanggapi tentang pembangunan desa, Yuni Satia Rahayu sangat mendukung dana desa sebesar Rp 1,2 miliar turun ke desa. Salah satu rincian untuk wilayah pedukuhan masing-masing mendapat jatah Rp 50 juta. Pemanfaatan dana besar tersebut dapat terlaksana dengan manajemen baik para stakeholder desa dan pemerintah daerah.

Selain itu Yuni juga memiliki prioritas untuk membangun kembali perekonomian desa melalui pasar tradisional. Ada sekitar 40 pasar tradisional di Sleman, Yuni akan merenovasi 15 pasar. sementara untuk pembanghunan pasar modern dan berjejaring, Yuni akan menyetop pembangunannya.

Yuni sempat mengkritik tajam banyaknya mall yang berdiri di wilayah Sleman dengan tanpa mekanisme perijinan yang benar. “(Perijinan) bukan dari bawah langsung ke kabupaten, tapi dari RT, RW, dulu baru lompat ke kabupaten.”

Sementara Sri Purnomo lebih mengedepankan pada persiapan penerimaan dana desa. Tahap terpenting penerimaan dana desa terletak pada musyawarah bersama masyarakat desa.

“Setiap desa ada musrembang, upaya untuk memikirkan dana kas untuk masalah tata ruang dan pembangunan. Di sini akan terlihat pembangunan seperti apa yang diprioritaskan,” tutur Sri Purnomo saat diskusi di Kantor IRE, Jalan Palagan Tentara Pelajar pukul 15.00 WIB.

Soal alih fungsi lahan menjadi bangunan, Sri menegaskan tahun ini melalui kepemimpinannya tidak ada lagi perijinan untuk pembangunan. |Winda Efanur FS|

back to top