Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Cukai rokok dinaikkan, SKT makin terdesak

Cukai rokok dinaikkan, SKT makin terdesak
Surabaya-KoPi| Disepakatinya RAPBN 2016 dikhawatirkan akan menambah beban industri rokok nasional. Pasalnya, dalam RAPBN tersebut, cukai tembakau dinaikkan menjadi Rp 139,8 triliun atau naik 15 persen dibandingkan target dalam APBN 2015 yang sebesar Rp 120,6 triliun.
 

Data dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengungkapkan bahwa kenaikan tarif cukai akan mencapai 15 persen itu berlaku di 2016. Nominal kenaikan akan berbeda di tiap layer, tergantung jenis rokok dan kapasitas produksi.

Kenaikan tersebut disambut kekecewaan pelaku industri tembakau. Sebelum RAPBN 2016 disepakati, pelaku industri tembakau berharap target penerimaan cukai hasil tembakau berkisar di angka 7 persen.

Kenaikan tarif cukai sebesar 15 persen dianggap menjadi ancaman serius bagi pelaku indutri tembakau. Apalagi, segmen padat karya seperti Sigaret Kretek Tangan (SKT) saat ini tengah mengalami penurunan.

Menurut data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, SKT mengisi 21 persen dari total pasar industri tembakau di tahun 2014. Dari total 995 pabrikan, 569 atau 57 persen merupakan produsen SKT. Jumlah pabrikan ini sudah mengalami penurunan dari 4.669 di tahun 2007 menjadi 995 pabrik di tahun 2014.  Akibat penurunan tersebut, lebih dari 32.000 pekerja di-PHK pada tahun 2014. 

back to top