Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Coca-cola Amatil Indonesia Resmikan Teknologi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) Kedua di Dunia

Coca-cola Amatil Indonesia Resmikan Teknologi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) Kedua di Dunia

BEKASI, April 4, 2017: Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) resmikan peluncuran lini produksi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) terbaru senilai US$30 juta di Pabrik CCAI Cikedokan, Jawa Barat, Selasa (4/4).

Lini baru ini akan memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dengan berat lebih ringan –pertama di kelasnya di Indonesia—dengan lapisan kaca yang akan meningkatkan durabilitas kemasan serta kesegaran produk.

Managing Director Coca-Cola Amatil Group (Amatil) Alison Watkins, dan President Director CCAI Kadir Gunduz secara resmi membuka fasilitas baru tersebut bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, dr. Hening Widiatmoko, MA., mewakili Gubernur Jawa Barat .

“Dua tahun lalu di Pabrik Cikedokan ini, kami mengumumkan investasi The Coca-Cola Company sebesar US$ 500 juta melalui CCAI. Semenjak itu, CCAI telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat di seluruh lini bisnis dan terus menciptakan masa depan bisnis yang lebih kuat di Indonesia,” ujar Alison.

Tahun 2015, Amatil dan The Coca-Cola Company (TCCC) memulai target ekspansi produksi, pergudangan dan infrastruktur minuman dingin di Indonesia. Sejak pengumuman investasi tersebut, CCAI telah membangun empat lini produksi minuman, satu Packaging Service Division (PSD) dengan tiga lini produksi preform, dan satu Mega Distribution Center (Mega DC) baru.

Fasilitas PSD dan Mega DC yang terbaru terletak di Pandaan, Jawa Timur, dan diresmikan oleh Menteri Perinndustrian Airlangga Hartanto dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada 9 Maret 2017.

“Investasi kami, termasuk lini ASSP yang kita resmikan hari ini, merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia,” ujar Kadir Gunduz. Teknologi ASSP dikembangkan secara eksklusif untuk The Coca-Cola System, dan lini ASSP yang dibangun di CCAI Cikedokan merupakan yang kedua di dunia.

Teknologi ini juga sejalan dengan komitmen CCAI terhadap lingkungan karena ASSP akan mengurangi jumlah penggunaan plastik untuk botol ukuran 250 ml sebanyak 50 persen, setara dengan pengurangan sekitar 2.000 ton plastik setiap tahun.

“Indonesia merupakan pasar dengan peluang pertumbuhan yang sangat tinggi, dan kami akan melanjutkan kerjasama yang telah terjalin bersama para karyawan, komunitas, pelanggan, pemerintah dan mitra kami untuk mewujudkan pertumbuhan itu,” tambahnya.

Beroperasi di Indonesia, pasar dengan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi di mana setengah dari populasinya yang berjumlah 260 juta orang berusia di bawah 30 tahun, CCAI merupakan kontributor volume terbesar ke dua bagi bisnis Amatil.

Saat ini, CCAI mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan untuk melayani 720.000 pelanggan, baik di pasar modern maupun tradisional di seluruh Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan kapasitas manufaktur, portfolio produk CCAI dalam distribusi dan penjualannya menjadi semakin lengkap. Hingga saat ini, CCAI mengoperasikan delapan lini produksi preform di dua fasilitas PSD, empat Mega DC, dan 38 lini produksi pabrik manufaktur kelas dunia, termasuk Pabrik Cikedokan.

Pabrik CCAI Cikedokan dibangun di atas lahan seluas 10 hektar dan merupakan pabrik terbaru yang diakuisisi oleh CCAI dengan nilai investasi US$ 124 juta. Pabrik ini memiliki lima lini produksi, termasuk ASSP, dengan kapasitas produksi sekitar 188.000 botol per jam.

Hari ini, CCAI juga meresmikan Coca-Cola Forest Cikedokan yang merupakan hutan keempat yang dikembangkan oleh perusahaan. Sebelumnya CCAI telah meluncurkan program Coca-Cola Forest di Lampung, Bandung, dan Semarang. Melalui Coca-Cola Forest Cikedokan, CCAI berencana menanam 25.000 pohon setiap tahun di sekitar area tangkapan air di daerah Jabodetabek.

# # #

Tentang Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI): Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) adalah perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terkemuka yang berdiri sejak Januari 1992 dan telah beroperasi di Indonesia selama 25 tahun.
CCAI merupakan anak perusahaan dari Coca-Cola Amatil (CCA), salah satu pembotolan Coca-Cola terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Sydney, Australia, dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Australia.

CCAI mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur di Sumatera, Jawa dan Bali, mempekerjakan dari 10.000 tenaga kerja, dan mendistribusikan jutaan minuman menyegarkan untuk lebih dari 700.000 outlet di seluruh Indonesia.

Diatur oleh empat pilar keberlanjutan terintegrasi: Our People, Our Wellbeing, Our Environment dan Our Community—CCAI telah menjalankan berbagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) seperti Coke Kicks, bantuan pendidikan, donor darah, dan city clean-up, yang semua tumbuh bersama bisnis di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur. Untuk informasi lebih lanjut tentang CCAI, kunjungi www.coca-colaamatil.co.id.

back to top