Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Campur tangan pemerintah dapat selamatkan ekonomi

Campur tangan pemerintah dapat selamatkan ekonomi
Surabaya – KoPi | Game Theory atau Teori Bermain yang dikembangkan oleh ahli matematika John Nash adalah kritik terhadap mazhab ekonomi Adam Smith. Nash mengatakan, tidak semua orang bisa mendapatkan the first best, karena itu kita harus puas dengan second atau third best.
 

Itu diungkapkan oleh pengamat ekonomi Tjuk Kasturi dalam diskusi film Economics on Box Office. Salah satu film yang dibahas, A Beatiful Mind, bercerita tentang kisah hidup ahli matematika peraih hadiah Nobel, John Nash.

Tjuk mengatakan, krisis finansial tahun 2008 berhasil menumbangkan pemikiran para bankir dan ekonom Amerika yang mayoritas menganut mazhab ekonomi Klasik dan Neo-Klasik. Dalam mazhab tersebut mereka berpegang teguh pada keyakinan Adam Smith, yaitu pemerintah yang baik adalah pemerintah yang tidak ikut campur.

“Amerika berhasil menyelamatkan diri dari krisis setelah pemerintah akhirnya campur tangan memberi talangan kepada 9 bank terbesar di Amerika. Kalau tidak efeknya akan menyebar ke mana-mana,” jelas Tjuk.

Ia mengatakan Amerika jatuh ke dalam krisis karena keserakahan para bankir. Mengutip kata-kata Hank Paulson, Menteri Ekonomi Amerika, ‘We’re making too much money’. Tjuk mengatakan jangan mudah menghakimi apakah rusaknya ekonomi akibat ulah Yahudi atau pihak lain. Menurutnya, ekonomi adalah dunia yang abu-abu. Entah itu Yahudi, Islam, atau Kristen, siapapun yang terlalu serakah akan babak belur.

 

Tjuk menyarankan agar pemerintah tetap aktif dalam sistem ekonomi. Kehadiran pemerintah di saat yang tepat dengan kebijakan yang tepat dapat menimbulkan optimisme ekonomi. “Biarpun dunia sudah dipengaruhi kelompok moneter, negara harus ikut campur tangan dengan kebijakan yang tepat untuk menyelamatkan bangsa,” tukasnya.

back to top