Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bisnis bunga impor menguntungkan

Handbouquet dari bunga Impor dari Belanda dan Ecuador Handbouquet dari bunga Impor dari Belanda dan Ecuador
KoPi-Merangkai bunga bukan hanya sekedar hobby saat ini. Merangkai bunga dapat menjadi kegiatan yang menguntungkan jika dilakukan dengan serius. Indahnya bunga – bunga impor yang beredar dipasaran menarik perhatian banyak konsumen.
 

Hal ini dibuktikan oleh Resiana (28) yang terjun di dunia bisnis bunga impor sejak tahun 2009. Perempuan yang awal mulanya sempat bekerja menjadi kontraktor di pemerintah, jurnalis dan produser radio ini merasa bosan dengan pekerjaannya dan memulai berbisnis merangkai bunga impor yang dianggapnya sangat menyenangkan.

Pemilik toko bunga di akun instagram @ixiadeo ini  langsung mendatangkan bunga dari Belanda dan Ecuador.

“ Blue rose dan Rainbow roses asli belanda, selalu dicari – cari konsumen”.

Harga rangkaian bunga impor bekisar lima ratus ribu hingga lima Juta rupiah, tergantung permintaan konsumen. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan masyarakat umum tetapi juga kalangan pejabat yang sering membeli hasil rangkaian bunganya.

Untuk belajar merangkai bunga dimulai dari sering membaca buku, berselancar di internet dan mengikuti seminar merangkai bunga diluar negeri. Hal ini dilakukannya untuk tetap terus berinovasi dan mengetahui perkembangan dunia bunga.

“Agustus nanti kita ada seminar di Singapore. Rata – rata orang bunga seluruh dunia saling kenal, jadi jika salah satu guru mengadakan kegiatan maka akan kami  ikuti”.

Alasan menggunakan bunga impor menjadi pilihannya, perempuan yang sangat ramah ini mengungkapkan ada beberapa jenis bunga impor yang tidak bisa ditaman di Indonesia. Produk bunga seperti mawar dari Indonesia ukurannya lebih kecil dan lebih cepat layu.

Namum, pernah pula ada kesempatan Resiana merangkai bunga lokal untuk ulang tahun Ibu Menteri Pertanian tetapi untuk keseharian Ixiadeo menggunakan 100 % bunga impor.

Persaingan di dunia bisnis bunga juga sering terjadi. Tidak jarang hasil karya Resiana dijiplak oleh kompetitor yang lain.

“ Florist online bak jamur dimusim hujan, semenjak ixiadeo muncul. Bukan hanya ditiru malah hasil karya saya pernah diunggah oleh florist yang lain”.

Tetapi, semua itu tidak membuatnya menyerah. Baginya bunga tidak hanya sekedar bunga, more than flowers, we make with heart.

Reporter: Suci Wulandari

back to top