Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Bila benar mencintai tanah air, beli produk dalam negeri

Bila benar mencintai tanah air, beli produk dalam negeri

Jogja-KoPi| Kekuatan ekonomi Indonesia ternyata ditopang oleh Usaha Mikro. Dari 51 ribu unit usaha, 98 persennya adalah usaha mikro. Sedangkan unit usaha kecil 0,1%, usaha menengah 0,9%, dan usaha besar hanya 0,01%. Meski demikian, keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil masih rendah.

Hal tersebut mengemuka dalam forum Sidang Pleno III Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XIII, di Yogyakarta (27/8). Ahmad Zabadi, Direktur SMESCO, menyayangkan kurangnya keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil yang kebanyakan menempuh pendidikan hingga SD dan SMP. Padahal, tambah Zabadi, mereka harus berhadap-hadapan dengan pelaku usaha di Negara lain dengan tingkat pendidikan lebih tinggi.

Di tingkat dunia, dalam hal kekuatan daya saing, Indonesia menempati urutan 34. Di tingkat Asean, Indonesia berada di peringkat ketiga, di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Zabadi menunjukkan bagaimana Thailand menyiapkan daya saing ekonominya.

“Saat ini Thailand telah menyiapkan 100 ribu UKM nya supaya fasih berbahasa Indonesia dan membuka lembaga bahasa Indonesia, agar penetrasi pasar Thailad efektif memasuki pasar Indonesia. Zabadi menyebut beberapa factor yang membuat produk-produk Indonesia menjadi tidak kompetitif di tingkat global, seperti biaya logistic maupun transportasi yang mencapai 30-40% dari harga yang dijual sebuah produk.

Selain itu, ia mengajak Nasyiah untuk mensyiarkan Cinta Produk Anak Negeri, “Kalau kita ingin Usaha Mikro dan Kecil jadi pemenang di negeri sendiri, pakai produk dalam negeri dan kreasi anak negeri.” Menurut Zabadi, jika kita membeli produk asing, berarti kita sedang membantu pelaku usaha asing. Bahwa UMKM juga membutuhkan keberpihakan kita dengan mencintai produk mereka. Menariknya, menurut Zabadi, mencintai produk dalam negeri juga bagian dari iman, karena cinta tanah air bagian dari iman.

back to top