Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut
Surabaya – KoPi | Kenaikan BBM jenis premium sejak Sabtu (28/03) disebabkan akibat harga minyak dunia yang masih berfluktuasi, serta melemahnya nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir. Dua hari pasca kenaikan BBM jenis premium tersebut para sopir angkot di Surabaya mengaku menanggung kerugian dari kantong masing-masing.

Kenaikan BBM jenis premium yang berkisar 500 rupiah pada setiap liternya ini memberikan dampak yang berarti bagi para sopir angkutan umum khususnya di Surabaya. Tarif penumpang yang tidak turut naik, membuat para sopir harus menanggung kerugiannya dari kantong masing-masing. Menurut salah satu sopir, sebelum BBM naik ia biasa membawa pulang uang Rp 60 ribu sehari, namun setelah adanya kenaikan bbm ini pendapatannya kini di bawah 50 ribu rupiah.

Mukhlis, salah satu sopir angkutan lyn P jurusan Karang Menjangan-Joyoboyo menyatakan kekecewaannya pada kenaikan harga BBM yang secara tiba-tiba. “Kalo rugi ya ditanggung kantong sendiri. Gini ya harus iket tali perut mbak, jadi kita makan seadanya aja,” ujarnya. Mukhlis juga menyatakan tidak adanya jeda waktu yang panjang dari kenaikan harga bbm ini membuat masyarakat menjadi kage. Menurutnya jika ada tempo yang lebih panjang dalam kenaikan sebelumnya masyarakat akan lebih bersiap.

Selain kenaikan BBM yang membebani biaya operasional, para sopir juga menghadapi berkurangnya jumlah penumpang. Adanya penurunan pengguna angkutan umum yang dirasakan para sopir selama dua hari belakangan. Salah seorang sopir, Ton, meyakini hal ini sebagai dampak kekecewaan masyarakat atas kenaikan BBM. “Mungkin mereka kira tarif angkot pada naik Mbak, jadi mereka naik motor dewe-dewe. Padahal kan ya juga tetep,” ujar Tono. | Labibah

back to top