Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut
Surabaya – KoPi | Kenaikan BBM jenis premium sejak Sabtu (28/03) disebabkan akibat harga minyak dunia yang masih berfluktuasi, serta melemahnya nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir. Dua hari pasca kenaikan BBM jenis premium tersebut para sopir angkot di Surabaya mengaku menanggung kerugian dari kantong masing-masing.

Kenaikan BBM jenis premium yang berkisar 500 rupiah pada setiap liternya ini memberikan dampak yang berarti bagi para sopir angkutan umum khususnya di Surabaya. Tarif penumpang yang tidak turut naik, membuat para sopir harus menanggung kerugiannya dari kantong masing-masing. Menurut salah satu sopir, sebelum BBM naik ia biasa membawa pulang uang Rp 60 ribu sehari, namun setelah adanya kenaikan bbm ini pendapatannya kini di bawah 50 ribu rupiah.

Mukhlis, salah satu sopir angkutan lyn P jurusan Karang Menjangan-Joyoboyo menyatakan kekecewaannya pada kenaikan harga BBM yang secara tiba-tiba. “Kalo rugi ya ditanggung kantong sendiri. Gini ya harus iket tali perut mbak, jadi kita makan seadanya aja,” ujarnya. Mukhlis juga menyatakan tidak adanya jeda waktu yang panjang dari kenaikan harga bbm ini membuat masyarakat menjadi kage. Menurutnya jika ada tempo yang lebih panjang dalam kenaikan sebelumnya masyarakat akan lebih bersiap.

Selain kenaikan BBM yang membebani biaya operasional, para sopir juga menghadapi berkurangnya jumlah penumpang. Adanya penurunan pengguna angkutan umum yang dirasakan para sopir selama dua hari belakangan. Salah seorang sopir, Ton, meyakini hal ini sebagai dampak kekecewaan masyarakat atas kenaikan BBM. “Mungkin mereka kira tarif angkot pada naik Mbak, jadi mereka naik motor dewe-dewe. Padahal kan ya juga tetep,” ujar Tono. | Labibah

back to top