Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut

BBM naik, sopir angkot ikat tali perut
Surabaya – KoPi | Kenaikan BBM jenis premium sejak Sabtu (28/03) disebabkan akibat harga minyak dunia yang masih berfluktuasi, serta melemahnya nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir. Dua hari pasca kenaikan BBM jenis premium tersebut para sopir angkot di Surabaya mengaku menanggung kerugian dari kantong masing-masing.

Kenaikan BBM jenis premium yang berkisar 500 rupiah pada setiap liternya ini memberikan dampak yang berarti bagi para sopir angkutan umum khususnya di Surabaya. Tarif penumpang yang tidak turut naik, membuat para sopir harus menanggung kerugiannya dari kantong masing-masing. Menurut salah satu sopir, sebelum BBM naik ia biasa membawa pulang uang Rp 60 ribu sehari, namun setelah adanya kenaikan bbm ini pendapatannya kini di bawah 50 ribu rupiah.

Mukhlis, salah satu sopir angkutan lyn P jurusan Karang Menjangan-Joyoboyo menyatakan kekecewaannya pada kenaikan harga BBM yang secara tiba-tiba. “Kalo rugi ya ditanggung kantong sendiri. Gini ya harus iket tali perut mbak, jadi kita makan seadanya aja,” ujarnya. Mukhlis juga menyatakan tidak adanya jeda waktu yang panjang dari kenaikan harga bbm ini membuat masyarakat menjadi kage. Menurutnya jika ada tempo yang lebih panjang dalam kenaikan sebelumnya masyarakat akan lebih bersiap.

Selain kenaikan BBM yang membebani biaya operasional, para sopir juga menghadapi berkurangnya jumlah penumpang. Adanya penurunan pengguna angkutan umum yang dirasakan para sopir selama dua hari belakangan. Salah seorang sopir, Ton, meyakini hal ini sebagai dampak kekecewaan masyarakat atas kenaikan BBM. “Mungkin mereka kira tarif angkot pada naik Mbak, jadi mereka naik motor dewe-dewe. Padahal kan ya juga tetep,” ujar Tono. | Labibah

back to top