Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Jogjakarta-KoPi| Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang turut mengangkat nama Jogja. Sektor pariwisata Jogja setidaknya bertumpu pada hal-hal di antaranya yakni batik, kerajinan perak, dan bakpia.

Tetapi di antara ketiganya, bakpialah yang berhasil menjadi industri paling maju. Banyak yang menilai dari segi pendanaan, proses dan pemasaran bakpia lebih unggul. Sehingga industri bakpia cenderung lebih maju dari batik dan kerajinan perak. Industri bakpia yang menjamur di Jogja telah menyerap banyak tenaga kerja. Tidak sedikit karyawan bakpia yang akhirnya mendirikan usaha bakpia baru.

Salah satu pemerhati panganan tradisional, Eliver Sutrisno mengatakan makanan tradisional Jogja memiliki ratusan macam dari gudeg, wajik, wingko hingga lainnya. Namun hanya bakpia yang memiliki pemasaran yang bagus.

“Bakpia muncul itu pada tahun 1948, yang dibuat oleh bakpia 75 pendirinya Limboksing. Waktu itu bakpia belum seperti ini, dari semua panganan tradisional Jogja hanya bakpia yang dijual di toko-toko modern padahal berawal dari industri rumah tangga,” papar Eliver selaku pemegang bidang Akomodasi dan Publikasi di Bakpia 75.

Eliver Sutrisno mengharapkan ke depan panganan tradisional Jogja lainnya dapat mengikuti prestasi bakpia. Dirinya mengkhawatirkan panganan tradisional akan semakin terdesak dengan banyaknya makanan dan restoran  impor yang banyak berdiri di Jogja.

“Perlu membangun kesadaran tentang warisan budaya, di bidang pangan”, pungkas Eliver. |Winda Efanur FS|

back to top