Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Jogjakarta-KoPi| Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang turut mengangkat nama Jogja. Sektor pariwisata Jogja setidaknya bertumpu pada hal-hal di antaranya yakni batik, kerajinan perak, dan bakpia.

Tetapi di antara ketiganya, bakpialah yang berhasil menjadi industri paling maju. Banyak yang menilai dari segi pendanaan, proses dan pemasaran bakpia lebih unggul. Sehingga industri bakpia cenderung lebih maju dari batik dan kerajinan perak. Industri bakpia yang menjamur di Jogja telah menyerap banyak tenaga kerja. Tidak sedikit karyawan bakpia yang akhirnya mendirikan usaha bakpia baru.

Salah satu pemerhati panganan tradisional, Eliver Sutrisno mengatakan makanan tradisional Jogja memiliki ratusan macam dari gudeg, wajik, wingko hingga lainnya. Namun hanya bakpia yang memiliki pemasaran yang bagus.

“Bakpia muncul itu pada tahun 1948, yang dibuat oleh bakpia 75 pendirinya Limboksing. Waktu itu bakpia belum seperti ini, dari semua panganan tradisional Jogja hanya bakpia yang dijual di toko-toko modern padahal berawal dari industri rumah tangga,” papar Eliver selaku pemegang bidang Akomodasi dan Publikasi di Bakpia 75.

Eliver Sutrisno mengharapkan ke depan panganan tradisional Jogja lainnya dapat mengikuti prestasi bakpia. Dirinya mengkhawatirkan panganan tradisional akan semakin terdesak dengan banyaknya makanan dan restoran  impor yang banyak berdiri di Jogja.

“Perlu membangun kesadaran tentang warisan budaya, di bidang pangan”, pungkas Eliver. |Winda Efanur FS|

back to top