Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Bakpia "Si Bulat" yang mendongkrak wisata kuliner Jogja

Jogjakarta-KoPi| Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang turut mengangkat nama Jogja. Sektor pariwisata Jogja setidaknya bertumpu pada hal-hal di antaranya yakni batik, kerajinan perak, dan bakpia.

Tetapi di antara ketiganya, bakpialah yang berhasil menjadi industri paling maju. Banyak yang menilai dari segi pendanaan, proses dan pemasaran bakpia lebih unggul. Sehingga industri bakpia cenderung lebih maju dari batik dan kerajinan perak. Industri bakpia yang menjamur di Jogja telah menyerap banyak tenaga kerja. Tidak sedikit karyawan bakpia yang akhirnya mendirikan usaha bakpia baru.

Salah satu pemerhati panganan tradisional, Eliver Sutrisno mengatakan makanan tradisional Jogja memiliki ratusan macam dari gudeg, wajik, wingko hingga lainnya. Namun hanya bakpia yang memiliki pemasaran yang bagus.

“Bakpia muncul itu pada tahun 1948, yang dibuat oleh bakpia 75 pendirinya Limboksing. Waktu itu bakpia belum seperti ini, dari semua panganan tradisional Jogja hanya bakpia yang dijual di toko-toko modern padahal berawal dari industri rumah tangga,” papar Eliver selaku pemegang bidang Akomodasi dan Publikasi di Bakpia 75.

Eliver Sutrisno mengharapkan ke depan panganan tradisional Jogja lainnya dapat mengikuti prestasi bakpia. Dirinya mengkhawatirkan panganan tradisional akan semakin terdesak dengan banyaknya makanan dan restoran  impor yang banyak berdiri di Jogja.

“Perlu membangun kesadaran tentang warisan budaya, di bidang pangan”, pungkas Eliver. |Winda Efanur FS|

back to top