Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pemerintah semakin menyoroti masalah masuknya pekerja asing ke Indonesia. Rabu kemarin (9/9), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan inspeksi ke lapangan terkait kabar banyaknya pekerja asing tanpa keahlian yang masuk ke Indonesia.
 

Menurut Fahri, pemerintah sudah jelas mengatur sehingga tidak ada celah bagi pekerja asing tanpa keterampilan bekerja di Indonesia. Tidak mudah bagi warga asing bisa bekerja di Indonesia, meski orang tersebut ‎memiliki pasangan warga negara Indonesia.

Pendapat Fahri tersebut didukung anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, M. Eksan. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyaring pekerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari segi keterampilan.

"Pemprov jangan melihat segi keuntungan saja untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim. Harusnya mengkaji draft-draft perjanjian dengan asing agar tenaga kerja lokal bisa dipekerjakan. Jangan sampai tenaga kerjanya diambil asing semua," ujarnya.

Karena itu, Eksan berharap Disnakertransduk Jatim melakukan inventarisasi tenaga kerja lokal agar tidak kalah dengan asing. 

Eksan juga mendukung Raperda yang mewajibkan pekerja asing yang datang ke Jatim untuk menguasai bahasa nasional atau bahasa lokal. Raperda tenaga kerja tersebut dapat melindungi tenaga kerja lokal dari gempuran masuknya tenaga kerja asing saat MEA 2015 diberlakukan.

"Dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut, menunjukkan jati negara dalam meproteksi tenaga lokalnya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Ini menjadi perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal disaat ekonomi sedang terpuruk saat ini. Selain itu, tenaga asing yang datang di Jatim bisa terkontrol dengan baik," tutur Eksan.

back to top