Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pemerintah semakin menyoroti masalah masuknya pekerja asing ke Indonesia. Rabu kemarin (9/9), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan inspeksi ke lapangan terkait kabar banyaknya pekerja asing tanpa keahlian yang masuk ke Indonesia.
 

Menurut Fahri, pemerintah sudah jelas mengatur sehingga tidak ada celah bagi pekerja asing tanpa keterampilan bekerja di Indonesia. Tidak mudah bagi warga asing bisa bekerja di Indonesia, meski orang tersebut ‎memiliki pasangan warga negara Indonesia.

Pendapat Fahri tersebut didukung anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, M. Eksan. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyaring pekerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari segi keterampilan.

"Pemprov jangan melihat segi keuntungan saja untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim. Harusnya mengkaji draft-draft perjanjian dengan asing agar tenaga kerja lokal bisa dipekerjakan. Jangan sampai tenaga kerjanya diambil asing semua," ujarnya.

Karena itu, Eksan berharap Disnakertransduk Jatim melakukan inventarisasi tenaga kerja lokal agar tidak kalah dengan asing. 

Eksan juga mendukung Raperda yang mewajibkan pekerja asing yang datang ke Jatim untuk menguasai bahasa nasional atau bahasa lokal. Raperda tenaga kerja tersebut dapat melindungi tenaga kerja lokal dari gempuran masuknya tenaga kerja asing saat MEA 2015 diberlakukan.

"Dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut, menunjukkan jati negara dalam meproteksi tenaga lokalnya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Ini menjadi perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal disaat ekonomi sedang terpuruk saat ini. Selain itu, tenaga asing yang datang di Jatim bisa terkontrol dengan baik," tutur Eksan.

back to top