Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pemerintah semakin menyoroti masalah masuknya pekerja asing ke Indonesia. Rabu kemarin (9/9), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan inspeksi ke lapangan terkait kabar banyaknya pekerja asing tanpa keahlian yang masuk ke Indonesia.
 

Menurut Fahri, pemerintah sudah jelas mengatur sehingga tidak ada celah bagi pekerja asing tanpa keterampilan bekerja di Indonesia. Tidak mudah bagi warga asing bisa bekerja di Indonesia, meski orang tersebut ‎memiliki pasangan warga negara Indonesia.

Pendapat Fahri tersebut didukung anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, M. Eksan. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyaring pekerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari segi keterampilan.

"Pemprov jangan melihat segi keuntungan saja untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim. Harusnya mengkaji draft-draft perjanjian dengan asing agar tenaga kerja lokal bisa dipekerjakan. Jangan sampai tenaga kerjanya diambil asing semua," ujarnya.

Karena itu, Eksan berharap Disnakertransduk Jatim melakukan inventarisasi tenaga kerja lokal agar tidak kalah dengan asing. 

Eksan juga mendukung Raperda yang mewajibkan pekerja asing yang datang ke Jatim untuk menguasai bahasa nasional atau bahasa lokal. Raperda tenaga kerja tersebut dapat melindungi tenaga kerja lokal dari gempuran masuknya tenaga kerja asing saat MEA 2015 diberlakukan.

"Dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut, menunjukkan jati negara dalam meproteksi tenaga lokalnya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Ini menjadi perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal disaat ekonomi sedang terpuruk saat ini. Selain itu, tenaga asing yang datang di Jatim bisa terkontrol dengan baik," tutur Eksan.

back to top