Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pemerintah semakin menyoroti masalah masuknya pekerja asing ke Indonesia. Rabu kemarin (9/9), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan inspeksi ke lapangan terkait kabar banyaknya pekerja asing tanpa keahlian yang masuk ke Indonesia.
 

Menurut Fahri, pemerintah sudah jelas mengatur sehingga tidak ada celah bagi pekerja asing tanpa keterampilan bekerja di Indonesia. Tidak mudah bagi warga asing bisa bekerja di Indonesia, meski orang tersebut ‎memiliki pasangan warga negara Indonesia.

Pendapat Fahri tersebut didukung anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, M. Eksan. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyaring pekerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari segi keterampilan.

"Pemprov jangan melihat segi keuntungan saja untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim. Harusnya mengkaji draft-draft perjanjian dengan asing agar tenaga kerja lokal bisa dipekerjakan. Jangan sampai tenaga kerjanya diambil asing semua," ujarnya.

Karena itu, Eksan berharap Disnakertransduk Jatim melakukan inventarisasi tenaga kerja lokal agar tidak kalah dengan asing. 

Eksan juga mendukung Raperda yang mewajibkan pekerja asing yang datang ke Jatim untuk menguasai bahasa nasional atau bahasa lokal. Raperda tenaga kerja tersebut dapat melindungi tenaga kerja lokal dari gempuran masuknya tenaga kerja asing saat MEA 2015 diberlakukan.

"Dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut, menunjukkan jati negara dalam meproteksi tenaga lokalnya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Ini menjadi perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal disaat ekonomi sedang terpuruk saat ini. Selain itu, tenaga asing yang datang di Jatim bisa terkontrol dengan baik," tutur Eksan.

back to top