Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!

Awas, tenaga kerja asing tanpa keterampilan masuk Indonesia!
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pemerintah semakin menyoroti masalah masuknya pekerja asing ke Indonesia. Rabu kemarin (9/9), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan inspeksi ke lapangan terkait kabar banyaknya pekerja asing tanpa keahlian yang masuk ke Indonesia.
 

Menurut Fahri, pemerintah sudah jelas mengatur sehingga tidak ada celah bagi pekerja asing tanpa keterampilan bekerja di Indonesia. Tidak mudah bagi warga asing bisa bekerja di Indonesia, meski orang tersebut ‎memiliki pasangan warga negara Indonesia.

Pendapat Fahri tersebut didukung anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, M. Eksan. Ia mengatakan, pemerintah daerah harus menyaring pekerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari segi keterampilan.

"Pemprov jangan melihat segi keuntungan saja untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jatim. Harusnya mengkaji draft-draft perjanjian dengan asing agar tenaga kerja lokal bisa dipekerjakan. Jangan sampai tenaga kerjanya diambil asing semua," ujarnya.

Karena itu, Eksan berharap Disnakertransduk Jatim melakukan inventarisasi tenaga kerja lokal agar tidak kalah dengan asing. 

Eksan juga mendukung Raperda yang mewajibkan pekerja asing yang datang ke Jatim untuk menguasai bahasa nasional atau bahasa lokal. Raperda tenaga kerja tersebut dapat melindungi tenaga kerja lokal dari gempuran masuknya tenaga kerja asing saat MEA 2015 diberlakukan.

"Dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut, menunjukkan jati negara dalam meproteksi tenaga lokalnya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Ini menjadi perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal disaat ekonomi sedang terpuruk saat ini. Selain itu, tenaga asing yang datang di Jatim bisa terkontrol dengan baik," tutur Eksan.

back to top