Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Antisipasi harga, Dinas imbau pedagang perbanyak produsen cabe

Antisipasi harga, Dinas imbau pedagang perbanyak produsen cabe

Jogjakarta-KoPi | Berdasarkan pantuan dari 31 pasar tradisional di kota Jogjakarta harga cabe mengalami sedikit kenaikan. Diakui oleh pengelola Dinas Pasar Beringharjo, Rudi Firdaus harga cabe termasuk yang paling labil dari bahan pokok lainnya.

Pihaknya rutin memantau harga-harga termasuk cabe dua kali sehari. Meski kenaikan tidak terlalu signifikan, namun Rudi menyayangkan kenaikan kali ini. Menurut Rudi naiknya harga cabe semakin memperburuk daya beli masyarakat setelah kenaikan barang pokok yang sudah terjadi.

“Kita cenderung prihatin dengan harga saat ini. Dari pengelola dinas kota hanya bisa menyajikan harga-harga hasil pemantauan tidak bisa mengendalikan harga,” tutur Rudi saat ditemui di kantor Pasar Beringharjo.

Rudi mengakui keterbatasan dari pihak dinas pasar, hingga dia menyarankan pedagang untuk lebih aktif menjalin kerjasama dengan banyak petai cabe. Upaya untuk membuat harga lebih kompetitif.


Selain itu dengan dengan memperbanyak produsen cabe upaya untuk mengantisipasi kelangkaan cabe. Pasalnya prediksi kekeringan akan panjang hingga Desembenr nanti.

Sementara kenaikan harga cabe berkisar antara Rp 5000. Kenaikan harga tertinggi pada cabe merah keriting yang mencapai angka Rp 50.000-Rp 55.000/ kg.

“Harga cabe rawit merah per kilo Rp 50.000, kalau Cabe merah keriting Rp 30.000, cabe merah kopong Rp 30.000,” tutur pedagang cabe pasar Beringharjo Warti (53).

Namun dengan ketidakstabilan harga cabe tidak mengkhawatirkan para pedagang. Menurut salah satu pedagang, Naning (60) kenaikan harga masih terbilang normal.

“Harganya ga merepotkan penjual, termasuk normal. Persediaan cukup aja. Ya Stabil harganya,” tutur Naning. |Winda Efanur FS|

back to top