Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Inggris-KoPi, Inti dari “Anggaran untuk penabung” yang dikemukakan oleh George Osborne berada pada tahap peninjauan, seiring dengan munculnya peringatan bahwa liberalisasi pensiun Chancellor dinilai membahayakan pendapatan beberapa orang pensiunan dan semakin memicu inflasi pasar.

Institute for Fiscal Studies (IFS) menyatakan bahwa ada beberapa “ketidakpastian” mengenai akibat dari keputusan Chancellor untuk menghapuskan persyaratan bagi para penerima pensiun untuk menggunakan akumulasi tabungan pensiun sebagai tunjangan hidup, tahun depan.

 
Peningkatan pembatasan ini disambut oleh “kelompok penggalak menabung” yang marah dengan rendahnya pemberian tunjangan hidup yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi sejak terjadinya krisis keuangan—dan bahkan salah satu menteri menyarankan bahwa para penerima pensiun harus dibebaskan dalam menggunakan dana pensiun mereka untuk membeli Lamborghini.


Steve Webb, menteri pensiun Liberal Demokrat, menyatakan bahwa penerima pensiun bebas menggunakan dana pensiun mereka selagi mereka tetap bisa bertanggungjawab atas dana pensiun tersebut.


Akan tetapi, direktur Strategic Society Centre, James Lloyd mendeskripsikan liberalisasi sebagai “kebijakan malapeteka”.  Karena dengan adanya kebijakan ini para penerima pensiun akan cenderung membiarkan tabungan mereka dalam bentuk tunai, yang lainnya akan menghamburkan uang mereka dan sebagian yang lain akan membelanjakan uang mereka untuk membeli properti yang mendorong naiknya harga rumah.


Paul Johnson, pimpinan IFS, menyatakan bahwa gerakan Osborne dapat diartikan bahwa hanya orang-orang yang berkecimpung dalam pasar tunjangan hiduplah yang akan mendapatkan harapan hidup tersebut—dan bahwa sebagai hasilnya, perusahaan asuransi akan menaikkan harga produk mereka, yang hal ini akan mengarah pada merendahnya tingkat pendapatan pembeli.


Pihak IFS jiga memperingatkan bahwa dengan mengizinkan para penerima pensiun untuk menyimpan dana mereka dalam bentuk tunai akan mengakibatkan lebih banyak orang yang gagal mengatur keuangannya.

 

 
(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top