Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Inggris-KoPi, Inti dari “Anggaran untuk penabung” yang dikemukakan oleh George Osborne berada pada tahap peninjauan, seiring dengan munculnya peringatan bahwa liberalisasi pensiun Chancellor dinilai membahayakan pendapatan beberapa orang pensiunan dan semakin memicu inflasi pasar.

Institute for Fiscal Studies (IFS) menyatakan bahwa ada beberapa “ketidakpastian” mengenai akibat dari keputusan Chancellor untuk menghapuskan persyaratan bagi para penerima pensiun untuk menggunakan akumulasi tabungan pensiun sebagai tunjangan hidup, tahun depan.

 
Peningkatan pembatasan ini disambut oleh “kelompok penggalak menabung” yang marah dengan rendahnya pemberian tunjangan hidup yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi sejak terjadinya krisis keuangan—dan bahkan salah satu menteri menyarankan bahwa para penerima pensiun harus dibebaskan dalam menggunakan dana pensiun mereka untuk membeli Lamborghini.


Steve Webb, menteri pensiun Liberal Demokrat, menyatakan bahwa penerima pensiun bebas menggunakan dana pensiun mereka selagi mereka tetap bisa bertanggungjawab atas dana pensiun tersebut.


Akan tetapi, direktur Strategic Society Centre, James Lloyd mendeskripsikan liberalisasi sebagai “kebijakan malapeteka”.  Karena dengan adanya kebijakan ini para penerima pensiun akan cenderung membiarkan tabungan mereka dalam bentuk tunai, yang lainnya akan menghamburkan uang mereka dan sebagian yang lain akan membelanjakan uang mereka untuk membeli properti yang mendorong naiknya harga rumah.


Paul Johnson, pimpinan IFS, menyatakan bahwa gerakan Osborne dapat diartikan bahwa hanya orang-orang yang berkecimpung dalam pasar tunjangan hiduplah yang akan mendapatkan harapan hidup tersebut—dan bahwa sebagai hasilnya, perusahaan asuransi akan menaikkan harga produk mereka, yang hal ini akan mengarah pada merendahnya tingkat pendapatan pembeli.


Pihak IFS jiga memperingatkan bahwa dengan mengizinkan para penerima pensiun untuk menyimpan dana mereka dalam bentuk tunai akan mengakibatkan lebih banyak orang yang gagal mengatur keuangannya.

 

 
(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top