Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Akibat milisi Libya, pasokan minyak mentah AS merosot

A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014. A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014.

Amerika Serikat-Kopi|Brent minyak mentah turun ke level terendah 5-1 / 2-tahun di bawah $ 57 per barel pada hari Selasa. Pasokan turun akibat gangguan milisi  Libya yang menutup pelabuhan.

Brent turun $ 1,14 per barel ke level terendah dari $ 56,74, terendah sejak Mei 2009. Sebelum pulih sedikit untuk perdagangan sekitar $ 56,95.

Minyak mentah AS turun 75 sen menjadi $ 52,86 setelah mencapai $ 52,70, terendah sejak Mei 2009. Pada hari Senin turun $ 1,12.

Gangguan pasokan di Libya menandakan produsen OPEC tidak  mengekspor minyak mentah.

Namun, pasar minyak kelebihan pasokan dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya output minyak ringan berkualitas tinggi dari US dan konsumsi yang menurun. Dampak dari goyahnya pertumbuhan ekonomi global dan persaingan dari bahan bakar alternatif.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, yang memompa sepertiga minyak dunia diharapkan memangkas produksi untuk menstabilkan harga. 

Analis teknikal Reuters Wang Tao mengatakan Brent bisa jatuh ke $ 54,98, karena telah kembali downtrend-nya, sementara minyak AS diperkirakan akan turun menjadi $ 52,10, seperti yang ditunjukkan oleh pola gelombang dan analisis proyeksi Fibonacci.

Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS akan menunjukkan penurunan 900.000 barel. Hasil imbang akan mengikuti kenaikan ke level tertinggi tercatat untuk bulan Desember dalam pekan yang berakhir pada 19 Desember.

"Hasil imbang kejutan potensial dalam stok minyak AS akan memberikan perangsang jangka pendek ke sisi atas," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top