Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Akibat milisi Libya, pasokan minyak mentah AS merosot

A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014. A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014.

Amerika Serikat-Kopi|Brent minyak mentah turun ke level terendah 5-1 / 2-tahun di bawah $ 57 per barel pada hari Selasa. Pasokan turun akibat gangguan milisi  Libya yang menutup pelabuhan.

Brent turun $ 1,14 per barel ke level terendah dari $ 56,74, terendah sejak Mei 2009. Sebelum pulih sedikit untuk perdagangan sekitar $ 56,95.

Minyak mentah AS turun 75 sen menjadi $ 52,86 setelah mencapai $ 52,70, terendah sejak Mei 2009. Pada hari Senin turun $ 1,12.

Gangguan pasokan di Libya menandakan produsen OPEC tidak  mengekspor minyak mentah.

Namun, pasar minyak kelebihan pasokan dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya output minyak ringan berkualitas tinggi dari US dan konsumsi yang menurun. Dampak dari goyahnya pertumbuhan ekonomi global dan persaingan dari bahan bakar alternatif.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, yang memompa sepertiga minyak dunia diharapkan memangkas produksi untuk menstabilkan harga. 

Analis teknikal Reuters Wang Tao mengatakan Brent bisa jatuh ke $ 54,98, karena telah kembali downtrend-nya, sementara minyak AS diperkirakan akan turun menjadi $ 52,10, seperti yang ditunjukkan oleh pola gelombang dan analisis proyeksi Fibonacci.

Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS akan menunjukkan penurunan 900.000 barel. Hasil imbang akan mengikuti kenaikan ke level tertinggi tercatat untuk bulan Desember dalam pekan yang berakhir pada 19 Desember.

"Hasil imbang kejutan potensial dalam stok minyak AS akan memberikan perangsang jangka pendek ke sisi atas," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top