Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Akibat milisi Libya, pasokan minyak mentah AS merosot

A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014. A woman pumps gas at a station in Falls Church, Virginia December 16, 2014.

Amerika Serikat-Kopi|Brent minyak mentah turun ke level terendah 5-1 / 2-tahun di bawah $ 57 per barel pada hari Selasa. Pasokan turun akibat gangguan milisi  Libya yang menutup pelabuhan.

Brent turun $ 1,14 per barel ke level terendah dari $ 56,74, terendah sejak Mei 2009. Sebelum pulih sedikit untuk perdagangan sekitar $ 56,95.

Minyak mentah AS turun 75 sen menjadi $ 52,86 setelah mencapai $ 52,70, terendah sejak Mei 2009. Pada hari Senin turun $ 1,12.

Gangguan pasokan di Libya menandakan produsen OPEC tidak  mengekspor minyak mentah.

Namun, pasar minyak kelebihan pasokan dalam beberapa bulan terakhir karena meningkatnya output minyak ringan berkualitas tinggi dari US dan konsumsi yang menurun. Dampak dari goyahnya pertumbuhan ekonomi global dan persaingan dari bahan bakar alternatif.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, yang memompa sepertiga minyak dunia diharapkan memangkas produksi untuk menstabilkan harga. 

Analis teknikal Reuters Wang Tao mengatakan Brent bisa jatuh ke $ 54,98, karena telah kembali downtrend-nya, sementara minyak AS diperkirakan akan turun menjadi $ 52,10, seperti yang ditunjukkan oleh pola gelombang dan analisis proyeksi Fibonacci.

Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS akan menunjukkan penurunan 900.000 barel. Hasil imbang akan mengikuti kenaikan ke level tertinggi tercatat untuk bulan Desember dalam pekan yang berakhir pada 19 Desember.

"Hasil imbang kejutan potensial dalam stok minyak AS akan memberikan perangsang jangka pendek ke sisi atas," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top