Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Bantul-KoPi|Badan Pusat Statistik(BPS) DIY me;aporkam bulan Juli Yogyakarta mengalami inflasi yang cukup signifikan. Kepala BPS DIY JB Priyono mengatakan Inflasi pada bulan Juli lalu sebesar 0,43 persen hingga menaikkan indeks harga Konsumen(IHK)127,18 persen.

"Hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada bulan Juli 2017, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,64 pada Juni 2017 menjadi 127,18 pada Juli 2017," ujar nya saat merelease data Pantuan BPS bulan Juli di Kantor BPS DIY, Selasa (1/8).

Berdasarkan pemaparan data IHK BPS, dar 82 kota, terhitung 59 kota termasuk Yogyakarta mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44. Sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Dan deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Metro dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,07 persen.

JB Priyono menjelaskan faktor penyebab inflasi di Yogyakarta karena harga komoditas yang naik saat,sebelum dan sesudah Ramadhan. Sementara dampak penyebab dari inflasi ini disebabkan oleh faktor Administer Price atau harga yang diatur pemerintah ,seperti Transportasi,Tarif Listrik,Angkutan,dan Pulsa.

"Inflasi Juli disebabkan karena saat ramadhan harga komoditas cenderung naik, penyebab inflasi itu ada empat berdasarkan administer pricenya yaitu transport, tarif listirk, angkutan dan pulsa, "jelasnya.

Ia melanjutkan ,komoditas yang paling mempengaruhi inflasi kali ini diantaranya adalah angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, biaya sekolah dasar, dan kelapa. Sedangkan komoditas yang menahan terjadinya inflasi adalah bawang putih, angkutan antar kota, daging ayam ras, daging sapi, dan tarif kereta api.

Mengenai angkutan udara,JB Priyono mengatakan inflasi terbesar disumbang oleh IHK Tarif Angkutan Udara sebesar 1,53 persen. Sementara IHK Komoditas lainnya rata-rata dibawah 1 persen.

"Ini juga mengikuti pola Bulan Ramadhan yaitu saat mudik, harga tiket masih tinggi, sharenya hingga 1,53 persen di IHK ,"kata JB Priyono.

Meski harga tiket pesawat tinggi namun tarif angkutan darat antar kota cenderung menurun. Sehingga Angkutan darat menahan sebagian besar laju inflasi yang disebabkan angkutan udara.

BPS sendiri akan terus memantau kenaikan Inflasi ini hingga nantinya diumumkan pada Bulan depan untuk melihat perubahan IHK setelah masa Mudik berakhir. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top