Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Yogyakarta mengalami inflasi akibat pemudik udara

Bantul-KoPi|Badan Pusat Statistik(BPS) DIY me;aporkam bulan Juli Yogyakarta mengalami inflasi yang cukup signifikan. Kepala BPS DIY JB Priyono mengatakan Inflasi pada bulan Juli lalu sebesar 0,43 persen hingga menaikkan indeks harga Konsumen(IHK)127,18 persen.

"Hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada bulan Juli 2017, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,64 pada Juni 2017 menjadi 127,18 pada Juli 2017," ujar nya saat merelease data Pantuan BPS bulan Juli di Kantor BPS DIY, Selasa (1/8).

Berdasarkan pemaparan data IHK BPS, dar 82 kota, terhitung 59 kota termasuk Yogyakarta mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44. Sedangkan Inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Dan deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Metro dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,07 persen.

JB Priyono menjelaskan faktor penyebab inflasi di Yogyakarta karena harga komoditas yang naik saat,sebelum dan sesudah Ramadhan. Sementara dampak penyebab dari inflasi ini disebabkan oleh faktor Administer Price atau harga yang diatur pemerintah ,seperti Transportasi,Tarif Listrik,Angkutan,dan Pulsa.

"Inflasi Juli disebabkan karena saat ramadhan harga komoditas cenderung naik, penyebab inflasi itu ada empat berdasarkan administer pricenya yaitu transport, tarif listirk, angkutan dan pulsa, "jelasnya.

Ia melanjutkan ,komoditas yang paling mempengaruhi inflasi kali ini diantaranya adalah angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, biaya sekolah dasar, dan kelapa. Sedangkan komoditas yang menahan terjadinya inflasi adalah bawang putih, angkutan antar kota, daging ayam ras, daging sapi, dan tarif kereta api.

Mengenai angkutan udara,JB Priyono mengatakan inflasi terbesar disumbang oleh IHK Tarif Angkutan Udara sebesar 1,53 persen. Sementara IHK Komoditas lainnya rata-rata dibawah 1 persen.

"Ini juga mengikuti pola Bulan Ramadhan yaitu saat mudik, harga tiket masih tinggi, sharenya hingga 1,53 persen di IHK ,"kata JB Priyono.

Meski harga tiket pesawat tinggi namun tarif angkutan darat antar kota cenderung menurun. Sehingga Angkutan darat menahan sebagian besar laju inflasi yang disebabkan angkutan udara.

BPS sendiri akan terus memantau kenaikan Inflasi ini hingga nantinya diumumkan pada Bulan depan untuk melihat perubahan IHK setelah masa Mudik berakhir. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top