Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Yogyakarta masih aman dari terorisme

Yogyakarta masih aman dari terorisme
Jogja-KoPi|Kapolda DIY Ahmad Dofiri mengatakan situasi dan kondisi di Yogyakarta saat ini terbilang aman. Hal itu disampaikan Kapolda untuk merespon situasi terkini pasca bom bunuh  diri di Kampung Melayu, Jakarta Rabu, 24 Mei 2017.
 "Alhamdulilah Yogyakarta masih aman dan kita coba terus jaga situasi ini,"katanya saat ditemui di Kantor wilayah Kemenag DIY, Jumat (26/5).
 
Ahmad Dofiri meminta  semua lapisan masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungannya untuk menjaga situasi Yogyakarta saat ini. Dia menjelaskan salah satu cara menjaganya adalah melaporkan ke pihak yang berwajib terkait temuan tindak mencurigakan.
 
"Jadi masyarakat dihimbau agar melaporkan jika ada kegiatan yang mencurigakan disekitar lingkungannya, segera infomasikan baik itu kepada panura,babinkamtibnas, babinsa,polres,polsek,koramil dan polda,"terangnya.
 
Dia melanjutkan masyarakat Yogyakarta tidak perlu takut dengan ancaman teroris dan masyarakat diminta pula untuk menangkal gerakan terorisme. Namun,Kapolda juga meminta untuk tetap waspada pada terorisme.
 
Terkait dengan sasaran teror yang mengincar polisi, Ahmad Dofiri sejalan dengan Kapolri yang menjelaskan polisi ini merupakan aparat langsung yang menghalangi tindak dan gerak teroris. Sehingga tidak mengherankan Teroris mulai mengincar polisi sebagai korban gerakan terorisme.
 
Meski demikian, Kapolda juga  menuturkan masyarakat umum yang beragama islam dapat menjadi sasaran ISIS. Hal ini berkaitan dengan ideologi ISIS yang menghalalkan darah umat islam yang tidak sejalan dengam paham mereka.
 
" Kalau tidak sepaham dengan paham takfiri mereka, mereka dapat membunuh sesama muslim,karena menurut mereka berpendapat darah umat islam halal  jika tidak sepaham dengan mereka,"lanjutnya.
 
Ahmad Dofiri selain menghimbau untuk waspada,dia juga mengatakan terorisme sendiri bukan islam. Sehingga dirinya pun juga mengutuk gerakan terorisme yang jauh dari ideologi islam yang rahmatan lil alamin.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top