Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Yogya kehilangan identitas budayanya karena hotel

Jogja-KoPi│Yogyakarta yang terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar telah luntur dengan adanya hotel-hotel baru di Yogyakarta. Cagar-cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan hotel baru di Yogyakarta.

"Saat ini terdapat 67 hotel baru mulai dibangun di Yogyakarta. Sekolah-sekolah yang merupakan cagar budaya banyak yang digusur dan digantikan dengan hotel," papar Dodok Putra Bangsa, saat Seminar Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya, Sabtu (19/03).

Menurutnya, masyarakat Yogyakarta harus mengembalikan kota yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan konsep kampung wisata. Konsep kampung wisata ini diharapkan mampu menghilangkan konsep hotel dari Yogyakarta. Dalam kampung wisata tersebut dimanfaatkan rumah warga sebagai homestay.

"Dengan memanfaatkan pengembangan kampung wisata akan menciptakan lahan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga perekonomiam tidak terpusat pada hotel-hotel yang ada," jelas Dodok Putra Bangsa.
Semua masyarakat terbedayakan dalam konsep kampung wisata ini. Masyarakat dapat ikut serta dalam mengambil peluang dari kampung wisata ini, mulai dari kuliner, tourguide, maupn tempat penginapan. Selain itu, kampung wisata juga mempertahankan budaya yang ada dimasyarakat, seperti budaya selapan yang ada dalam masyarakat Yogyakarta.

Dengan adanya kampung wisata ini, wisatawan dapat melihat budaya-budaya unik yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Menurut Dodok Putra Bangsa, "Rumah warga yang digunakan sebagai homestay dalam konsep kampung wisata dapat mengurangi penggusaran sawah, bangunan cagar budaya, serta sumur-sumur hotel yang menyedot air masyarakat." │Frenda Yentin

back to top