Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Walikota pimpin Apel hari OTDA

Walikota pimpin Apel hari OTDA

Yogyakarta - KoPi. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti  memimpin  apel peringatan hari Otonomi Daerah ke-18 di halaman Balikota Yogyakata, Senin (28/4). Pada saat yang sama pula, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dra. RR. Titik Sulastri, ketiga asisiten Sekda dan Seluruh kepala SKPD mengirap penghargaan yang diraih Kota Yogyakarta didepan karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta. Penghargaan yang diterima Pemkot Yogyakarta adalah penghargaan tanda kehormatan Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha yang diberikan Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan hari OTDA ke-18 di Jakarta. Ada 7 Kota/ Kabupaten dan 3 Propinsi yang meraih penghargaan ini.

Walikota Yogyakarta menjelaskan bahwa penghargaan  Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha ini diberikan kepada  daerah yang dinilai memiliki prestasi kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. “Pemkot Yogyakarta mendapatkan penghargan ini karena kita dianggap  daerah  yang memiliki prestasi kinerja terbaik dalam menyelenggarakan pemeintah daerah. Kita patut berbangga, dan saya mengucapkan selamat sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua unit di jajaran Pemkot Yogyakarta yang telah bekerja keras dan terus mempertahankan  soliditas. Ini bukan saja kerja keras  Walikota dan Wakil Walikota tetapi semuanya,” ujar Walikota.


Walikota menambahkan penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah  yang ke-18. Penghargaan ini merupakan pengharagaan kepada pemerintah  Propinsi dan Kota/kabupaten se-Indonesia  yang  memiliki kinerja  terbaik  dalam penyelenggaraan  pemerintahan  untuk mensejahterakan masyarakat.  “Makna substansi dari otonomi adalah  mendekatkan pemerintah dan masyarakat   agar mempercepat proses  yang namanya kesejahteraan masyarakat,” tambah Haryadi.

Walikota mengatakan penghargaan ini juga telah melengkapi penghargaan yang telah diraih Pemkot Yogyakarta  dalam rangka  laporan keuangan  pemerintah daerah tahun 2014  dimana Kota Yogyakarta mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).  Menurut Walikota evaluasi  laporan kinerja  penyelenggaraan Pemerintah  dilihat dari dua aspek yakni aspek   Laporan Keuangan dan Penyelenggaraan Pemerintahan atau Tata Kelola Pemerintahan. “Kita (pemkot Yogyakarta) telah berada pada 'track' (jalur)yang benar dan ini harus terus dipertahankan,” tambah Walikota. Menurutnya, Tata kelola pemerintahan itu merupakan sebuah standar dan harus dilaksanakan  lebih dahulu, kemudian secara  bersama melakukan inovasi. 

Upacara apel hari Otonomi Daerah ke-18 dirasakan sedikit  berbeda karena semua petugas apel bendera dilakukan oleh para Srikandi karyawan Pemkot Yogyakarta, sebagai penghormatan khusus bagi pencetus emansipasi wanita RA. Kartini  dan kaum Wanita Indonesia yang diperingati pada Hari Kartini 21 April lalu.   (@mix) 

back to top