Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Walikota pimpin Apel hari OTDA

Walikota pimpin Apel hari OTDA

Yogyakarta - KoPi. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti  memimpin  apel peringatan hari Otonomi Daerah ke-18 di halaman Balikota Yogyakata, Senin (28/4). Pada saat yang sama pula, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dra. RR. Titik Sulastri, ketiga asisiten Sekda dan Seluruh kepala SKPD mengirap penghargaan yang diraih Kota Yogyakarta didepan karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta. Penghargaan yang diterima Pemkot Yogyakarta adalah penghargaan tanda kehormatan Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha yang diberikan Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan hari OTDA ke-18 di Jakarta. Ada 7 Kota/ Kabupaten dan 3 Propinsi yang meraih penghargaan ini.

Walikota Yogyakarta menjelaskan bahwa penghargaan  Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha ini diberikan kepada  daerah yang dinilai memiliki prestasi kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. “Pemkot Yogyakarta mendapatkan penghargan ini karena kita dianggap  daerah  yang memiliki prestasi kinerja terbaik dalam menyelenggarakan pemeintah daerah. Kita patut berbangga, dan saya mengucapkan selamat sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua unit di jajaran Pemkot Yogyakarta yang telah bekerja keras dan terus mempertahankan  soliditas. Ini bukan saja kerja keras  Walikota dan Wakil Walikota tetapi semuanya,” ujar Walikota.


Walikota menambahkan penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah  yang ke-18. Penghargaan ini merupakan pengharagaan kepada pemerintah  Propinsi dan Kota/kabupaten se-Indonesia  yang  memiliki kinerja  terbaik  dalam penyelenggaraan  pemerintahan  untuk mensejahterakan masyarakat.  “Makna substansi dari otonomi adalah  mendekatkan pemerintah dan masyarakat   agar mempercepat proses  yang namanya kesejahteraan masyarakat,” tambah Haryadi.

Walikota mengatakan penghargaan ini juga telah melengkapi penghargaan yang telah diraih Pemkot Yogyakarta  dalam rangka  laporan keuangan  pemerintah daerah tahun 2014  dimana Kota Yogyakarta mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).  Menurut Walikota evaluasi  laporan kinerja  penyelenggaraan Pemerintah  dilihat dari dua aspek yakni aspek   Laporan Keuangan dan Penyelenggaraan Pemerintahan atau Tata Kelola Pemerintahan. “Kita (pemkot Yogyakarta) telah berada pada 'track' (jalur)yang benar dan ini harus terus dipertahankan,” tambah Walikota. Menurutnya, Tata kelola pemerintahan itu merupakan sebuah standar dan harus dilaksanakan  lebih dahulu, kemudian secara  bersama melakukan inovasi. 

Upacara apel hari Otonomi Daerah ke-18 dirasakan sedikit  berbeda karena semua petugas apel bendera dilakukan oleh para Srikandi karyawan Pemkot Yogyakarta, sebagai penghormatan khusus bagi pencetus emansipasi wanita RA. Kartini  dan kaum Wanita Indonesia yang diperingati pada Hari Kartini 21 April lalu.   (@mix) 

back to top