Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Yogyakarta-KoPi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada para perokok agar besok tanggal 31 Mei 2014 tidak merokok karena merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) sebagaimana disampaikan oleh Tri Hardoyo di Gedung Humas Pemkot Yogyakarta (30/5).

“Diharapkan pada hari itu, yang merokok berhenti sejanak,” jelasnya. HTTS tahun ini bertema “Lindungilah Generasi Muda dari Tembakau.”

Berdasarkan laporan Dinas Kota Yogyakarta, tahun ke tahun penderita penyakit hipertensi, stroke, jantung dan penyakit lainnya akibat rokok semakin terus bertambah. Upaya promotif pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi angka perokok yang semakin meningkat, terutama perokok pemula karena di DIY perokok berumur 5 sampai 9 tahun menempati rangking ke-4.

“Dia atas 15 tahun 63% dari total penduduk Kota Yogyakarta adalah perokok,” jelasnya lagi. “Orang yang merokok, jantungnya dan paru-parunya itu beda, ada keraknya.”

Contoh yng nyata bisa kita liat dari gigi orang perokok dan bukan perokok. Gigi perokok akan tetap agak kekuning-kuningan walupun di sikat. Jika dibayangkan bagaimana jantung dan paru-paru perokok yang tidak bisa dibersihkan, pastinya kotor. Belum lagi, udara saat ini banyak polusinya, motor dan mobil dimana-mana.

Menurutnya, merokok itu tidak dilarang tapi ada peraturannya. “Merokok adalah pilihan bagi masyarakat. Silahkan merokok, tapi jangan di tempat-tempat yang dilarang merokok,” himbaunya lagi.


Reporter: Fahrurrazi

back to top