Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Wahai perokok! Merokoklah pada tempatnya!

Yogyakarta-KoPi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menghimbau kepada para perokok agar besok tanggal 31 Mei 2014 tidak merokok karena merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) sebagaimana disampaikan oleh Tri Hardoyo di Gedung Humas Pemkot Yogyakarta (30/5).

“Diharapkan pada hari itu, yang merokok berhenti sejanak,” jelasnya. HTTS tahun ini bertema “Lindungilah Generasi Muda dari Tembakau.”

Berdasarkan laporan Dinas Kota Yogyakarta, tahun ke tahun penderita penyakit hipertensi, stroke, jantung dan penyakit lainnya akibat rokok semakin terus bertambah. Upaya promotif pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi angka perokok yang semakin meningkat, terutama perokok pemula karena di DIY perokok berumur 5 sampai 9 tahun menempati rangking ke-4.

“Dia atas 15 tahun 63% dari total penduduk Kota Yogyakarta adalah perokok,” jelasnya lagi. “Orang yang merokok, jantungnya dan paru-parunya itu beda, ada keraknya.”

Contoh yng nyata bisa kita liat dari gigi orang perokok dan bukan perokok. Gigi perokok akan tetap agak kekuning-kuningan walupun di sikat. Jika dibayangkan bagaimana jantung dan paru-paru perokok yang tidak bisa dibersihkan, pastinya kotor. Belum lagi, udara saat ini banyak polusinya, motor dan mobil dimana-mana.

Menurutnya, merokok itu tidak dilarang tapi ada peraturannya. “Merokok adalah pilihan bagi masyarakat. Silahkan merokok, tapi jangan di tempat-tempat yang dilarang merokok,” himbaunya lagi.


Reporter: Fahrurrazi

back to top