Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Video Porno “Hentai” pengaruhi tingginya angka kehamilan tak diinginkan pada remaja Jogja

Jogja-Kopi| Video Porno “Hentai” jadi salah satu pengaruh tingginya jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta yang mencapai sebanyak 686 kasus.

Ketua Youth Forum DIY, Ndaru Tejo Laksana, menjelaskan beberapa faktor penyebab jumlah kehamilan tak diinginkan pada remaja di Yogyakarta, salah satunya kebebasan mengakses internet dan kebebasan mengunduh film porno.

Sementara itu, Film porno bukan hanya mengarah pada film porno beraktor manusia. Namun, juga film porno dalam bentuk animasi.

“Video porno bermodelkan animasi juga mempengaruhi remaja unutk berbuat seks bebas,”ujarnya di kantor PKBI Yogyakarta, Kamis (6/4).

Film porno animasi disini merujuk ke satu genre film buatan negeri sakura yang lebih dikenal dengan nama “Hentai”.

Menurutnya bukan lagi hal baru bagi remaja untuk tertarik menonton hentai. Kebebasan mengunduh dan mengakses situs “Hentai” inilah yang kemudian menjadi permasalahan pada tingginya jumlah kehamilan yang tak diinginkan pada remaja.

Lanjutnya, meski hentai sendiri merupakan buatan murni imajinasi seseorang, namun beberapa remaja juga dapat tertarik dengan film porno ini.

“Ada remaja yang suka dengan animasi video porno. Nah, kesukaan setiap orang untuk menonton video prono itu berbeda-beda,ada yang suka dengan animasi dan ada yang suka dengan orang nyata,”jelasnya.

Tejo menambahkan film porno “Hentai” ini memang sudah ditangani oleh pemerintah pusat oleh Kominfo dengan menggunakan “internet Positif Indonesia”.

Meski demikian pembuat situs porno dengan genre “Hentai” masih saja dapat lolos dari Kominfo dan masih dapat memposting video tersebut.

“Tapi ya ada orang yang mencari pengahasilan lewat viewer (penonton) mereka juga tidak kalah akal, mereka bisa membuat website baru, dan blog baru, sehingga pembuat situs porno ini juga perlu ditangani serius oleh pemerintah,” pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top