Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

UPT BP3K Sleman tingkatkan potensi petani lewat gelar potensi

UPT BP3K Sleman tingkatkan potensi petani lewat gelar potensi

Sleman-KoPi| UPT BP3K (Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan) Wilayah III Sayegan Kabupaten Sleman adakan gelar potensi pertanian untuk meningkatkan potensi petani yang ada di Sleman, khususnya daerah Mlati, Tempel, dan Seyegan, Selasa (10/5).

Gelar Potensi UPT BP3K bertujuan untuk meningkatkan wawasan Petani Kabupaten Sleman khususnya dalam hal pengolahan produk. Gelar Potensi ini diikuti oleh 50 kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Sleman yaitu Kecamatan Sayegan, Kecamatan Mlati, dan Kecamatan Tempel. Pemilihan kelompok tani ini didasarkan pada kemampuan kontribusi hasil produk dari kelompok tank yang ada.

"Pemilihan kelompok tani ini didasarkan pada kontribusi produk atau hasil karyanya, serta kelompok yang belum mengikuti gelar potensi. Jadi di gilir tiap tabungnya", jelas Ibnu Sutopo Kepala UPT BP3K.

Selain itu, menurut Ibnu Sutopo dalam gelar potensi ini juga terdapat lomba memasak dengan bahan baku pisang, kampanyenya makan daging kelinci, serta lomba mewarnai untuk anak-anak bertemakan pertanian. Pisang dipilih sebagai bahan baku dalam lomba karena wilayah Sleman memiliki daerah yang potensial untuk mengembangin pisang, serta jumlah pisang yanh banyak di Sleman. " Tujuan dari lomba memasak dengan bahan baku pisang yaitu agar makanan berbahan baku pisang beragam, pisang tidak hanya direbus dan digoreng. Namun bisa diberikan inovasi lain sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani", papar Ibnu Sutopo.

Sedangkan kampanye memakan daging kelinci sendiri dilakukan agar masyarakat semakin banyak memakan daging kelinci yang memiliki gizi tinggi serta tidak berpotensi mengakibatkan hipertens. "Kampanye kelinci juga untuk meningkatkan hasrat peternak kelinci untuk semakin giat menernak kelinci", tambah Ibnu Sutopo.

Sementara itu. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani, karena dapat meningkatkan rasa percaya diri petani, Pemberdayaan petani, dan mengangkat petani. Sri Muslimatun berharap supaya gelar potensi ini dapat dilaksakan setiap tahunnya serta semua UPT diwilayah Sleman diharapkan secara sinergis mengatakan gelar potensi.

"UPT di seluruh wilayah Sleman duharapkan secara sinergis dan berurutan mengadakan acara ini untuk mengangkat petani dan pemberdayaan petani, untuk tahun berikutnya diharapkan menggandeng kelompok tani dengan jumlah yang lebih banyak dan bervariasi", kata Sri Muslimatun

back to top