Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Jogja-KoPi| Front Aksi Mahasiswa Jogja (FM-J) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga mengadakan unjuk rasa Refleksi 10 November pada pukul 11.00 WIB di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/11). Puluhan massa gabungan tersebut terlihat memadati pertigaan UIN Sunan Kalijaga sembari melakukan orasi.

Puncak dari unjuk rasa itu adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalat ghaib berjamaah. Menurut Ketua Komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga, Imam Hakiki, unjuk rasa ini bertujuan untuk merangsang spirit kepahlawanan yang pernah lahir dari pahlawan Indonesia. Selain itu, unjuk rasa ini juga bertujuan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk bangsa Indonesia.

“Sejarah bukan hanya untuk dikaji, sejarah bukan pula untuk dibanggakan semata tetapi sejarah harus kita wariskan dengan perjuangan yang lebih berharga demi kesatuan dan kemajuan negeri ini,” jelas koordinator unjuk rasa, Multazam.

Multazam menganggap bahwasanya negeri yang sudah merdeka ini bukanlah kayangan dan negeri bayangan, butuh sejuta keringat dan sejuta darah untuk memperjuangkan negeri ini. Soekarno telah membuat jembatan kemerdekaan tinggal apa yang terjadi di seberang jembatan itu dan bangsa peneruslah yang akan membuatnya.

Refleksi 10 November ini, menurutnya, dibutuhkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang keras untuk Indonesia dan menjaga nilai-nilai spirit kepahlawan yang telah lahir dari para pahlawan Indonesia. |Frendha Yentin|Umi

back to top