Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Jogja-KoPi| Front Aksi Mahasiswa Jogja (FM-J) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga mengadakan unjuk rasa Refleksi 10 November pada pukul 11.00 WIB di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/11). Puluhan massa gabungan tersebut terlihat memadati pertigaan UIN Sunan Kalijaga sembari melakukan orasi.

Puncak dari unjuk rasa itu adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalat ghaib berjamaah. Menurut Ketua Komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga, Imam Hakiki, unjuk rasa ini bertujuan untuk merangsang spirit kepahlawanan yang pernah lahir dari pahlawan Indonesia. Selain itu, unjuk rasa ini juga bertujuan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk bangsa Indonesia.

“Sejarah bukan hanya untuk dikaji, sejarah bukan pula untuk dibanggakan semata tetapi sejarah harus kita wariskan dengan perjuangan yang lebih berharga demi kesatuan dan kemajuan negeri ini,” jelas koordinator unjuk rasa, Multazam.

Multazam menganggap bahwasanya negeri yang sudah merdeka ini bukanlah kayangan dan negeri bayangan, butuh sejuta keringat dan sejuta darah untuk memperjuangkan negeri ini. Soekarno telah membuat jembatan kemerdekaan tinggal apa yang terjadi di seberang jembatan itu dan bangsa peneruslah yang akan membuatnya.

Refleksi 10 November ini, menurutnya, dibutuhkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang keras untuk Indonesia dan menjaga nilai-nilai spirit kepahlawan yang telah lahir dari para pahlawan Indonesia. |Frendha Yentin|Umi

back to top