Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Unjuk rasa refleksi hari pahlawan di UIN Suka

Jogja-KoPi| Front Aksi Mahasiswa Jogja (FM-J) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Kalijaga mengadakan unjuk rasa Refleksi 10 November pada pukul 11.00 WIB di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/11). Puluhan massa gabungan tersebut terlihat memadati pertigaan UIN Sunan Kalijaga sembari melakukan orasi.

Puncak dari unjuk rasa itu adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalat ghaib berjamaah. Menurut Ketua Komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga, Imam Hakiki, unjuk rasa ini bertujuan untuk merangsang spirit kepahlawanan yang pernah lahir dari pahlawan Indonesia. Selain itu, unjuk rasa ini juga bertujuan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk bangsa Indonesia.

“Sejarah bukan hanya untuk dikaji, sejarah bukan pula untuk dibanggakan semata tetapi sejarah harus kita wariskan dengan perjuangan yang lebih berharga demi kesatuan dan kemajuan negeri ini,” jelas koordinator unjuk rasa, Multazam.

Multazam menganggap bahwasanya negeri yang sudah merdeka ini bukanlah kayangan dan negeri bayangan, butuh sejuta keringat dan sejuta darah untuk memperjuangkan negeri ini. Soekarno telah membuat jembatan kemerdekaan tinggal apa yang terjadi di seberang jembatan itu dan bangsa peneruslah yang akan membuatnya.

Refleksi 10 November ini, menurutnya, dibutuhkan untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang keras untuk Indonesia dan menjaga nilai-nilai spirit kepahlawan yang telah lahir dari para pahlawan Indonesia. |Frendha Yentin|Umi

back to top