Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

Sleman-KoPi| Pakar Geologis UGM, Danang Sri Hadmoko, memperingatkan masyarakat sekitar perbukitan Kulon Progo dan Gunungkidul agar waspada terhadap bencana longsor.

Danang menjelaskan area tersebut memili tingkat kemiringan lebih dari 30 derajat serta jenis tanah yang lapuk dan kembang kerut. Kdua ciri-ciri tersebut sudah ditemukan di sekitar perbukitas Suroloyo dan Gunung Kidul.

“Banyak daerah di Gunung Kidul yang rawan longsor, jenis tanahnya sendiri lapuk dan kembang kerut, saat musim kemarau tanah tersebut mengkerut dan banyak retak dan saat hujan,air akan masuk ke tanah retak tersebut dan mengembang,namun proses mengembang itu tidak secepat air ini masuk,”ujarnya saat di wawancarai di UGM, Selasa (11/4).

Dari temuan ini, Danang menyimpulkan daerah tersebut masuk kategori rawan bencana longsor. Menurut Danang untuk mengantisipasi bencana tersebut, masyarakat dapat memperhatikan struktur tanah di wilayah tersebut.

"Cara yang dilakukan seperti membangun rumah di lereng yang landai dan mengurangi penggunaan lahan pertanian secara intensif di daerah rawan longsor. Kita perlu melihat tempat-tempat yang secara struktur geologi aman. Kita cari struktur geologi pelapisan tanahnya berlawanan dengan lereng yang miring, supaya saling menguatakan seperti membangun di lereng yang lebih datar,” jelasnya.

Saat ini UGM sudah menyiapkan dua langkah mitigasi bencana longsor untuk wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul. Salah satu langkah mitigasinya berupa mitigasi struktural dengan cara pembangunan DAM, pemasangan papan peringatan, dan pemasangan early warning system bencana longsor .

“Inti dari mitigasi ini semua sama yaitu agar lereng tidak terbebani pada beban di atasnya seperti bangunan dan tanaman, kunci penanganan terbaik adalah manajemen air yang baik di wilayah rawan bencana,” jelasnya

Selain itu, Danang juga menjelaskan pentingnya mitigasi non-strukutral yaitu melalui edukasi kepada masyarakat. Ia meminta kepada masyarakat bersabar dan waspada jika ada peringatan bencana longsor lewat sistem Early Warning.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top