Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

UGM memperingatkan potensi longsor di Kulon Progo dan Gunung Kidul

Sleman-KoPi| Pakar Geologis UGM, Danang Sri Hadmoko, memperingatkan masyarakat sekitar perbukitan Kulon Progo dan Gunungkidul agar waspada terhadap bencana longsor.

Danang menjelaskan area tersebut memili tingkat kemiringan lebih dari 30 derajat serta jenis tanah yang lapuk dan kembang kerut. Kdua ciri-ciri tersebut sudah ditemukan di sekitar perbukitas Suroloyo dan Gunung Kidul.

“Banyak daerah di Gunung Kidul yang rawan longsor, jenis tanahnya sendiri lapuk dan kembang kerut, saat musim kemarau tanah tersebut mengkerut dan banyak retak dan saat hujan,air akan masuk ke tanah retak tersebut dan mengembang,namun proses mengembang itu tidak secepat air ini masuk,”ujarnya saat di wawancarai di UGM, Selasa (11/4).

Dari temuan ini, Danang menyimpulkan daerah tersebut masuk kategori rawan bencana longsor. Menurut Danang untuk mengantisipasi bencana tersebut, masyarakat dapat memperhatikan struktur tanah di wilayah tersebut.

"Cara yang dilakukan seperti membangun rumah di lereng yang landai dan mengurangi penggunaan lahan pertanian secara intensif di daerah rawan longsor. Kita perlu melihat tempat-tempat yang secara struktur geologi aman. Kita cari struktur geologi pelapisan tanahnya berlawanan dengan lereng yang miring, supaya saling menguatakan seperti membangun di lereng yang lebih datar,” jelasnya.

Saat ini UGM sudah menyiapkan dua langkah mitigasi bencana longsor untuk wilayah Kulonprogo dan Gunungkidul. Salah satu langkah mitigasinya berupa mitigasi struktural dengan cara pembangunan DAM, pemasangan papan peringatan, dan pemasangan early warning system bencana longsor .

“Inti dari mitigasi ini semua sama yaitu agar lereng tidak terbebani pada beban di atasnya seperti bangunan dan tanaman, kunci penanganan terbaik adalah manajemen air yang baik di wilayah rawan bencana,” jelasnya

Selain itu, Danang juga menjelaskan pentingnya mitigasi non-strukutral yaitu melalui edukasi kepada masyarakat. Ia meminta kepada masyarakat bersabar dan waspada jika ada peringatan bencana longsor lewat sistem Early Warning.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top