Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Magelang-KoPi| Mantan wakil presiden era Soeharto, Jendral (purn) Tri Sutrisno memberikan wejangannya kepada siswa siswi SMA Taruna Magelang dan peserta seminar nasional 25 tahun Pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang, Rabu (12/8/2015).

Selaku pendiri sekolah bergengsi itu, Tri Sutrisno mengucapkan rasa syukurnya karena di hari senjanya masih bisa memperingati 25 tahun lahirnya SMA Taruna Nusantara. Selama 25 tahun berdirinya sekolah ini telah menghasilkan lulusan di angkatan bersenjata, baik darat, udara, laut maupun kepolisian. Dan banyak menghasilkan doktor-doktor di berbagai bidang.

"Saya bangga dan bersyukur bahwa buah yang telah ditanamnya 25 tahun itu kini telah panen," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Tri Sutrisno juga menyentil mengenai hilangnya makna Pancasila di masa reformasi.

”Pancasila sekarang ini, dalam masa reformasi hanya diucapkan, hampir-hampir dilupakan. Bersyukur mentri pendidikan yang baru sekarang sudah mulai menggiatkan tradisi pembentukan karakter bangsa. “

Terakhir Tri Sutrisno secara seremonial membubuhkan tanda tangannya di buku peringatan 25 tahun SMA Taruna Nusantara Magelang yang berjudul “Pamong Pirikan”.

back to top