Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Tri Sutrisno bersyukur masih bisa menyaksikan lulusan SMA Nusantara

Magelang-KoPi| Mantan wakil presiden era Soeharto, Jendral (purn) Tri Sutrisno memberikan wejangannya kepada siswa siswi SMA Taruna Magelang dan peserta seminar nasional 25 tahun Pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang, Rabu (12/8/2015).

Selaku pendiri sekolah bergengsi itu, Tri Sutrisno mengucapkan rasa syukurnya karena di hari senjanya masih bisa memperingati 25 tahun lahirnya SMA Taruna Nusantara. Selama 25 tahun berdirinya sekolah ini telah menghasilkan lulusan di angkatan bersenjata, baik darat, udara, laut maupun kepolisian. Dan banyak menghasilkan doktor-doktor di berbagai bidang.

"Saya bangga dan bersyukur bahwa buah yang telah ditanamnya 25 tahun itu kini telah panen," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Tri Sutrisno juga menyentil mengenai hilangnya makna Pancasila di masa reformasi.

”Pancasila sekarang ini, dalam masa reformasi hanya diucapkan, hampir-hampir dilupakan. Bersyukur mentri pendidikan yang baru sekarang sudah mulai menggiatkan tradisi pembentukan karakter bangsa. “

Terakhir Tri Sutrisno secara seremonial membubuhkan tanda tangannya di buku peringatan 25 tahun SMA Taruna Nusantara Magelang yang berjudul “Pamong Pirikan”.

back to top