Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Sekitar 400 warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal ( WTT), Temon, Kulonprogo menggelar mujahadah di serambi kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB. (26/10).

Menurut Ketua WTT, Martono acara mujahadah akan berlangsung rutin selama dua minggu ke depan. "Mujahadah akan digilir, ada yang pagi dan malam," jelas Martono sebelum mujahadah berlangsung.

Mujahadah yang dilakukan warga WTT merupakan bagian dari rangkaian aksi mogok makan : menolak pembangunan bandara di atas lahan pertanian produktif di Temon.

Sebelumnya seminggu yang lalu warga WTT sudah melancarkan aksi mogok makan di kantor DPRD DIY, namun karena tidak memegang perijinan menginap, akhirnya massa dibubarkan oleh aparat terkait.

Menurut Humas aksi, Santos menjelaskan aksi mogok kali ini sudah melengkapi persyaratan perijinan secara lengkap ke Polresta Yogyakarta.

Rencananya massa akan melakukan aksi mogok makan dan menginap di kantor DPRD DIY selama dua minggu ke depan. Terhitung sejak tanggal 26 Oktober- 9 November 2015.

"Sebagian warga akan tinggal (menginap di kantor DPRD DIY), sebagian nanti pulang karena juga banyak hal yang harus dikerjakan (di Temon Kulonprogo)," papar Martono.

Setelah mujahadah bersama siang ini pukul 12.00- selesai. Sebagian warga WTT akan melancarkan aksi di Jalan Daendels Temon, Kulonprogo. Mereka berencana akan menyebarkan selebaran berisi penolakan pembangunan bandara.

"Nanti ada selebaran di jalan Daendels Temon, tapi masih ngurus perijinan ke kepolisian, juga nunggu waktu tidak mengganggu kepentingan lalu lintas," pungkas Martono. |Winda Efanur FS|

back to top