Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Sekitar 400 warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal ( WTT), Temon, Kulonprogo menggelar mujahadah di serambi kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB. (26/10).

Menurut Ketua WTT, Martono acara mujahadah akan berlangsung rutin selama dua minggu ke depan. "Mujahadah akan digilir, ada yang pagi dan malam," jelas Martono sebelum mujahadah berlangsung.

Mujahadah yang dilakukan warga WTT merupakan bagian dari rangkaian aksi mogok makan : menolak pembangunan bandara di atas lahan pertanian produktif di Temon.

Sebelumnya seminggu yang lalu warga WTT sudah melancarkan aksi mogok makan di kantor DPRD DIY, namun karena tidak memegang perijinan menginap, akhirnya massa dibubarkan oleh aparat terkait.

Menurut Humas aksi, Santos menjelaskan aksi mogok kali ini sudah melengkapi persyaratan perijinan secara lengkap ke Polresta Yogyakarta.

Rencananya massa akan melakukan aksi mogok makan dan menginap di kantor DPRD DIY selama dua minggu ke depan. Terhitung sejak tanggal 26 Oktober- 9 November 2015.

"Sebagian warga akan tinggal (menginap di kantor DPRD DIY), sebagian nanti pulang karena juga banyak hal yang harus dikerjakan (di Temon Kulonprogo)," papar Martono.

Setelah mujahadah bersama siang ini pukul 12.00- selesai. Sebagian warga WTT akan melancarkan aksi di Jalan Daendels Temon, Kulonprogo. Mereka berencana akan menyebarkan selebaran berisi penolakan pembangunan bandara.

"Nanti ada selebaran di jalan Daendels Temon, tapi masih ngurus perijinan ke kepolisian, juga nunggu waktu tidak mengganggu kepentingan lalu lintas," pungkas Martono. |Winda Efanur FS|

back to top