Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Tolak pembangunan bandara, warga mujahadah di gedung DPRD Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Sekitar 400 warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal ( WTT), Temon, Kulonprogo menggelar mujahadah di serambi kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB. (26/10).

Menurut Ketua WTT, Martono acara mujahadah akan berlangsung rutin selama dua minggu ke depan. "Mujahadah akan digilir, ada yang pagi dan malam," jelas Martono sebelum mujahadah berlangsung.

Mujahadah yang dilakukan warga WTT merupakan bagian dari rangkaian aksi mogok makan : menolak pembangunan bandara di atas lahan pertanian produktif di Temon.

Sebelumnya seminggu yang lalu warga WTT sudah melancarkan aksi mogok makan di kantor DPRD DIY, namun karena tidak memegang perijinan menginap, akhirnya massa dibubarkan oleh aparat terkait.

Menurut Humas aksi, Santos menjelaskan aksi mogok kali ini sudah melengkapi persyaratan perijinan secara lengkap ke Polresta Yogyakarta.

Rencananya massa akan melakukan aksi mogok makan dan menginap di kantor DPRD DIY selama dua minggu ke depan. Terhitung sejak tanggal 26 Oktober- 9 November 2015.

"Sebagian warga akan tinggal (menginap di kantor DPRD DIY), sebagian nanti pulang karena juga banyak hal yang harus dikerjakan (di Temon Kulonprogo)," papar Martono.

Setelah mujahadah bersama siang ini pukul 12.00- selesai. Sebagian warga WTT akan melancarkan aksi di Jalan Daendels Temon, Kulonprogo. Mereka berencana akan menyebarkan selebaran berisi penolakan pembangunan bandara.

"Nanti ada selebaran di jalan Daendels Temon, tapi masih ngurus perijinan ke kepolisian, juga nunggu waktu tidak mengganggu kepentingan lalu lintas," pungkas Martono. |Winda Efanur FS|

back to top