Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Tiga Kecamatan di Kulonprogo mengalami kekeringan parah

Tiga Kecamatan di Kulonprogo mengalami kekeringan parah
Kulon Progo-KoPi|Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan wilayah Kulonprogo sudah mengalami kekeringan parah akibat musim kemarau saat ini. 
 
Ia pun menyebutkan setidaknya terdapat 3 kecamatan yang mengalami kekeringan parah di Kulonprogo yaitu kecamatan Kalibawang, Samigaluh, dan Girimulyo. 
 
"Ada 3 desa di tiga kecamatan itu yang paling parah terdampak. Saya kira ketiganya perlu dapat perhatian serius dari Pemda,"tegas Hasto usai menjadi pembicara dalam acara Acara Angkringan Kebangsaan dan Deklarasi Pelajar Toleran DIY 2017 di Taman Pancasila UNY, Senin (28/8).
 
Sementara itu data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo memetakan terdapat setidaknya 183 titik yang tersebar di sembilan kecamatan di Kulonprogo yang rawan kekeringan. Sebagian besar berada di perbukitan Menoreh.
 
Dalam menanggulanginya ,Hasto sudah menggandeng pihak kepolisian untuk membantu dropping air ke wilayah tersebut. Selain untuk mengatasi sementara kekeringan ditiga desa tersebut ,pihaknya juga sudah meminta PDAM Kulonprogo untuk mengalirkan air dari Sungai Proogo dengan sistem pipanisasi.
 
"Saya sudah minta PDAM mempercepat naikkan air dari sungai Progo ke daerah kekeringan di Samigaluh melalui pipanisasi. Debit airnya juga sudah ditambah jadi 50liter perdetik,"lanjutnya.
 
 
Tak hanya itu, Hasto pun meminta kepada Pemda DIY untuk mengingkatkan status bencana kekeringan di Kulonprogo menjadi level Bahaya. Status bahaya kekeringan ini dibuat agar secepatnya Pemda dapat segera membantu mengatasi kekeringan di Kulonprogo.
 
"Jangan sampai telat. Kalau bisa dalam 2 minggu ini ditetapkan dalam situasi bahaya," ujarnya
 
Nantinya setelah status ini sudah ditetapkan,Hasto menjelaskan status bahaya ini akan dievaluasi setiap dua minggu sekali. Jika bantuan yang ada dirasa sudah cukup mengatasi kekeringan, maka status tersebut bisa diturunkan. Sehingga tujuan pemberian status ini dapat menjadi pemicu awal untuk mengatasi kekeringan di Kulonprogo sedini mungkin.
 
Dengan adanya status ini, Hasto juga berharap adanya tambahan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.|Syidiq Syaiful Ardli
 
 
back to top