Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Magelang-KoPi|Tiga anak murid sekolah dasar (SD) berasal dari Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Progo, Rabu (6/12) siang sekiranya pukul 14.00 WIB.

Satu anak diketahui bernama Ultan Arya Maheswara usia 11 Tahun bertempat tinggal di Jl. Nanas VII Perum Kalinegoro berhasil dievakuasi oleh tim Sar gabungan dalam kondisi meninggal. Sementara dua anak lainnya belum ditemukan hingga saat ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang dalam riis resminya menceritakan kronologis kejadian, awalnya lima anak SD sedang bermain di Sungai Progo. Dua anak bermain pasir di pinggir sungai dan tiga anak bermain air. Ketiga anak inilah yang kemudian hanyut.

"Satu anak sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dan dibawa ke RSUD Muntilan untuk di otopsi, sedangkan kedua anak sedang dalam pencarian oleh tim SAR gabungan," tulis BPBD.

BPBD Magelang pun memantau lokasi kejadian, kondisi sungai dalam keadaan tenang dan tidak terlalu deras. Sementara pencarian korban sudah dilakukan oleh Polri, BPBD , Tim SAR Gabungan dan Warga setempat sejak waktu kejadian. Pukul 18.00 Pencarian korban di hentikan dan dilanjutkan pemantauan / Penyisiran darat.

Sementara itu Badan Pencarian dan Pertolongan Daerah DIY (Basarnas DIY) sudah siap siaga jika kedua korban hanyut hingga ke aliran Sungai di wilayah Jogja. Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto pihaknya masih menunggu koordinasi dari Tim Sar dan BPBD wilayah Magelang.

"Basarnas jogja sudah koordinasi dengan Basarnas jateng karena wilayah TKM nya masuk di wilayah jateng. Apabila basarnas jateng membutuhkan personil,maka basarnas jogja siap meluncur membackup. Basarnas jogja siap turun tapi untuk sementara masih stand by di kantor untuk pemantauan,"pungkas Pipit saat dihubungi via chatting Whatsapp. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top