Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Bantul-KoPi| Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat rata-rata tamu lebih banyak menghabiskan malam di Hotel berbintang dibanding Hotel Melati. Hal ini pun juga dilihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di bulan April 2018.

 

Lewat rilis pada Bulan Juni,  BPS menyampaikan rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada bulan April 2018 mencapai angka 1,55 malam. Sementara hotel non bintang atau Hotel Melati mencapai 1,37 malam.

"Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang bulan April 2018 secara keseluruhan sebesar 1,55 malam, turun 0,05 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara rata-rata lama menginap terpanjang adalah 1,83 malam terjadi pada hotel bintang lima dan yang tersingkat selama 1,39 malam terjadi di hotel bintang dua," tulis BPS di dalam Rilisnya, ditulis Selasa (5/6).

Hitungan angka lama menginap pun juga dilihat dari asal Tamu. BPS menghitung rata-rata lama menginap tamu mancanegara di hotel bintang mencapai 2,22 malam. Rata-rata lama menginap tamu mancanegara terlama sebesar 2,89 malam terjadi pada hotel bintang satu dan tersingkat selama 1,94 malam pada hotel bintang lima.

Sementara rata-rata lama menginap tamu nusantara di hotel bintang sebesar 1,52 malam. Rata-rata lama menginap tamu nusantara terlama sebesar 1,80 malam terjadi di hotel bintang lima sedangkan tersingkat selama 1,34 malam terjadi di hotel bintang dua.

Di sisi lain, BPS  melihat Hotel Non Bintang atau Hotel Melati memiliki angka menginap tamu yang lebih kecil dibandingkan hotel berbintang. Namun demikian angka ini hanya memiliki selisih kecil dibandingkan hotel berbintang, yaitu, 0,18 malam. BPS pun mengklarifikasi jenis Hotel non Bintang berdasarkan jumlah kamar untuk menghitung lama menginap tamu. 

"Hotel non bintang/akomodasi lain, rata-rata lama menginap tamu pada bulan April 2018 sebesar 1,37 malam.  Rata-rata menginap terlama sebesar 1,62 malam pada kelompok kamar diatas 40 dan tersingkat sebesar 1,21 malam terjadi pada kelompok kamar dibawah 10," terang BPS.

Tak luput juga, BPS mengklarifikasi tamu mancanegara dan Nusantara yang menginap, rata-rata lama menginap tamu mancanegara di hotel non bintang sebesar 1,37 malam. Capaian tertinggi lama menginap sebesar 1,72 malam terjadi pada kelompok kamar 10-24 dan kelompok kamar diatas 40, sedangkan lama menginap tersingkat sebesar 1,27 malam terjadi pada kelompok kamar 25-40.

Rata-rata lama menginap tamu nusantara di hotel non bintang sebesar 1,37 malam. Rata-rata menginap terlama sebesar 1,62 malam terjadi pada kelompok kamar diatas 40, sedangkan lama menginap tersingkat 1,18 malam terjadi pada kelompok kamar dibawah 10. Rata-rata tamu per kamar di hotel Bintang pada bulan April 2018 sebesar 1,94 orang dan hotel non bintang/akomodasi lainnya sebesar 2,04 orang.

Secara keseluruhan BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata pada bulan April 2018 sebesar 60,42 persen, mengalami kenaikan sebesar 6,46 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang tercatat 53,96 persen. TPK hotel non bintang rata-rata sebesar 27,21 persen, mengalami kenaikan sebesar 4,38 poin dibandingkan TPK bulan Maret 2018. 

 

 

 

back to top