Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Surabaya-KoPi| Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, sekretaris daerah (sekda) memiliki dua fungsi, yakni sebagai sekda dan sekretaris gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Dengan begitu, sekda harus mampu mengkoordinasi semua jajaran baik OPD Pemprov maupun instansi/lembaga vertikal yang ada di Jawa Timur.

Read more...

Jatim Siap Pertahankan Penghargaan Mentor APE

Surabaya-KoPi| Jawa Timur siap mempertahankan penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) kategori Mentor. Penghargaan mentor yang akan dipertahankan untuk ketiga kalinya tersebut merupakan upaya dalam mengkoordinasikan seluruh elemen masyarakat dengan pimpinan daerah pada bidang pengarustamaan gender (PUG).

Read more...

Elektabilitas Mei 2018: Gus Ipul 47.25% dan Khofifah 42.25%

Surabaya-KoPi | PUSPEK FISIP Universitas Airlangga (Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik) merilis hasil survey terkait dinamika elektabilitas pilgug Jawa Timur 2018.

Survey Puspek FISIP Unair dilaksakan pada 12-19 Mei 2018 di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur. Sample diambil dengan multistage random sampling sejumlah 800 orang. Tingkat kepercayaan survey adalah 98 persen dengan margin of error (meo) 2 persen.

Hasil survey menunjukkan bahwa secara umum kandidat No. 2, yaitu Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarnoputri unggul dalam elektabilitas. Pertanyaan "siapakah yang Anda pilih jika dilakukan pencoblosan sekarang?" dijawab 47.25 persen memilih pasangan No. 2 dan 42.25 persen memilih pasangan No. 1 (Khofifah-Emil).

Dukungan terhadap pasangan kandidat gubernur Jawa Timur, Saifullah-Puti, diperoleh dari wilayah Arek (Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto), Tapal Kuda dan Mataraman (dalam). Ketiga wilayah ini menyumbang rata-rata kemenangan ke pasangan No. 2 sampai 47%. Sedangkan kandidat No. 1 memperoleh basis dukungan di Madura (55.9 persen) dan Mataraman (pesisir) seperri Tuban, Lamongan dan Gresik mencapai 56,9 persen.

Pada aspek penerimaan program kandidat, masyarakat Jawa Timur juga menyatakan bahwa program pasangan No. 2 lebih realisitik untuk dijalankan (46.4 persen) dibandingkan kandidat No. 1 (37.6 persen). 

Putu Aditya, Peneliti Puspek FISIP Unair menyatakan bahwa survey ini hanya gambaran secara umum. Perkembangan perilaku pemilih akan tetap dinamis. "Survey tidak bisa dijadikan patokan dalam jangka panjang karena persepsi bisa berubah. Masing-masing kadidat punya peluang sama untuk meraup dukungan masyarakat pemilih." Pungkasnya kepada KoPi.

Read more...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Pakde Karwo dan Dubes RI untuk India bersama salah satu pengusaha India Ketua Kadin Surabaya dan Bupati Sidoarjo saat East Java Business Forum Meeting di Taj Mahal Hotel New Delhi India

New Delhi-KoPi| Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo berharap melaui kunjungannya ke India, investasi India di Jawa Timur akan meningkat. Demikian pula, neraca perdagangan Jawa Timur-India, khususnya akan tercapai keseimbangan ekspor-impor dua wilayah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pakde Karwo saat memberikan sambutan pada acara "East Java Business Forum Meeting" di Taj Mahal Hotel, New Delhi, India, Selasa (10/4).

Keunggulan India di banyak hal seperti tekstil, otomotif, dan digitalisasi, tambah Pakde Karwo, diyakininya juga akan dapat lmenaikkan daya saing Jawa Timur. Jatim sendiri saat ini mengembangkan sebagai smart province, yang dicapai melalui smart goverment, smart industri, dan ekonomi.

Smart goverment, lanjutnya, dicapai melalui penyediaan informasi dan data serta pelayanan publik berbasis teknologi, dan industri serta ekonomi melalui terwujudnya usaha kecil dan menengah agar lebih efisien.

Untuk industri, dilakukan penggenjotan industri manufaktur terutama industri pengolahan sebagai sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDR. Saat ini, telah beroperasi 10 kawasan industri dengan 4 buah diantaranya langsung memberikan kemudahan langsung konstruksi, yaitu kawasan industri JIIPE, Tuban, Maspion, dan save and lock. Saat ini 9 buah kawasan industri 31.584 ha sedang dilakukan pembangunan, seperti di Bangkalan, Malang, Banyuwangi. Selain itu, juga dalam proses dikembangkan kawasan ekonomi khusus dengan fokus pariwisata, yaitu di Singosari Malang dan Trenggalek.

Terkait investasi India di Jatim, dijelaskan Gubernur Pakde Karwo tercatat senilai US$ 792.369,92 ribu dengan total 67 proyek. Beberapa sektor investasi pengusaha India di Jatim meliputi metal, mesin dan elektronik, perdagangan dan reparasi, serta industri makanan dan minuman.

Sementara itu, ekspor Jatim ke India, khususnya pengolahan logam berkontribusi 88,8% dari nilai total ekspor Jatim ke India. Ekspor Jatim sendiri ke India sebesar US $ 585,59 juta pada tahun 2017.

Perdagangan dengan India, jelas Pakde Karwo, Jatim tercatat defisit, yang oleh karena itu perlu diseimbangkan. Untuk itu, Pemprov. Jatim memberikan empat jaminan kemudahan bagi para pebisnis India yang mau berinvestasi dan berbisnis di Jatim, yaitu fasilitasi perijin, ketersediaan tenaga trampil, pengadaan tanah, dan kecukupan energi listrik. "Politik dan keamanan di Jatim senantiasa stabil, dan menjadi barometer nasional," ujarnya.

Satu Provinsi Terbesar

Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes RI di New Delhi Sidharto Reza Suryodipuro mengatakan dukungannya agar para pengusaha India untuk lebih banyak melakukan investasi dan bisnis di Jatim. "Ini tidak terlepas dari posisi Jawa Timur sebagai satu diantara provinsi penting dan terbesar di Indonesia," ujarnya.

Ditambahkan, peningkatan investasi dan perdagangan tersebut sangat dimungkinkan karena didukung hubungan baik antar dua negara, termasuk politik. Presiden RI, misalnya, telah dua kali melakukan kunjunga ke india. Demikian pula, berbagai high level pejabat dua belah pihak seperti menteri persagagangan, pariwisata telah saling mengunjungi.

Ekspor Indonesia ke India pada tahun 2017 mencapai nilai tertinggi selama ini, mencapai US $24 billion. Juga, kunjungan wisatawan India tahun 2017 lalu mencapai 500 ribu atau tumbuh 25% dibanding tahun sebelumnya.

Hadir dalam kegiatan bussiness forum ini antara lain para pengusaha India di bidang kesehatan, telekomunikasi, infrastruktur, serta industri makanan dan minuman. Sementara, delegasi Jatim diantaranya, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadisperindag. Prov. Jatim, Kadis ESDM Prov. Jatim, dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.(Humaspemprov Jatim/Gd).

Read more...
Subscribe to this RSS feed