Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Survey Indikator: mayoritas penduduk Jatim belum tahu ada pilgub 2018

Survey Indikator: mayoritas penduduk Jatim belum tahu ada pilgub 2018

Surabaya-KoPi| Mayoritas penduduk Jawa Timur mengatakan tidak mengetahui akan ada pemilihan langsung gubenur dan wakil gubenur di tahun 2018. Hal ini tercermin dari hasil survey Lembaga Survey Indikator 3-7 Mei 2017.

Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 819 orang. Dengan metode multistage random sampling, dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sebesar +/-3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diminta menjawab Apakah Ibu/Bapak tahu/pernah dengar bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan dipilih secara langsung oleh warga Jawa Timur sendiri tahun 2018 nanti?

Hasilnya, sebanyak 57% mengaku tidak tahu dan 43% mengaku tahu.

back to top