Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Surat terbuka kerabat Sultan X, Keraton adalah Warisan Budaya, bukan milik Sultan

kompas.com kompas.com

Jogja-KoPi| Kerabat Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubowono X membuat surat terbuka untuk menanggapi polemik 'Sabda Raja' yang kontroversial. Nama-nama kerabat yang memberi tanda tangan adalah GBRAy Mudrokusumo, KGP Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, GBPH Pakuningrat.

Surat bertanggal 12 Januari 2016 tersebut berisi tiga poin yang menyatakan, pertama Keraton Yogyakarta adalah Lembaga Adat dan Warisan Budaya, sehingga seorang sultan bukanlah pemilik keraton, tetapi sebagai pemimpin adat. Maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan kegiatan keraton harus sesuai dengan Tata Keprajan dan Paugeran Keraton sebagai institusi adat.

sukbt

Dua, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara historis kultural adalah warisan budaya kasultanan Trah Hamengku Buwono, sehingga segala sesuatu yang menyangkut suksesi, kalenggahan dan kalenggengan keluarga besar Hamengku Buwono harus sesuai Paugeran Keraton yang sudah berlangsung turun temurun seperti yang sudah banyak dicontohkan para leluhur.

Tiga, Yang bertahta saat ini di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, sehingga semua sabda selain dari nama tersebut di atas adalah tidak ada legitimasinya.

back to top