Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Surat terbuka kerabat Sultan X, Keraton adalah Warisan Budaya, bukan milik Sultan

kompas.com kompas.com

Jogja-KoPi| Kerabat Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubowono X membuat surat terbuka untuk menanggapi polemik 'Sabda Raja' yang kontroversial. Nama-nama kerabat yang memberi tanda tangan adalah GBRAy Mudrokusumo, KGP Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, GBPH Pakuningrat.

Surat bertanggal 12 Januari 2016 tersebut berisi tiga poin yang menyatakan, pertama Keraton Yogyakarta adalah Lembaga Adat dan Warisan Budaya, sehingga seorang sultan bukanlah pemilik keraton, tetapi sebagai pemimpin adat. Maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan kegiatan keraton harus sesuai dengan Tata Keprajan dan Paugeran Keraton sebagai institusi adat.

sukbt

Dua, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara historis kultural adalah warisan budaya kasultanan Trah Hamengku Buwono, sehingga segala sesuatu yang menyangkut suksesi, kalenggahan dan kalenggengan keluarga besar Hamengku Buwono harus sesuai Paugeran Keraton yang sudah berlangsung turun temurun seperti yang sudah banyak dicontohkan para leluhur.

Tiga, Yang bertahta saat ini di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, sehingga semua sabda selain dari nama tersebut di atas adalah tidak ada legitimasinya.

back to top