Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Surat terbuka kerabat Sultan X, Keraton adalah Warisan Budaya, bukan milik Sultan

kompas.com kompas.com

Jogja-KoPi| Kerabat Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubowono X membuat surat terbuka untuk menanggapi polemik 'Sabda Raja' yang kontroversial. Nama-nama kerabat yang memberi tanda tangan adalah GBRAy Mudrokusumo, KGP Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, GBPH Pakuningrat.

Surat bertanggal 12 Januari 2016 tersebut berisi tiga poin yang menyatakan, pertama Keraton Yogyakarta adalah Lembaga Adat dan Warisan Budaya, sehingga seorang sultan bukanlah pemilik keraton, tetapi sebagai pemimpin adat. Maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan kegiatan keraton harus sesuai dengan Tata Keprajan dan Paugeran Keraton sebagai institusi adat.

sukbt

Dua, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara historis kultural adalah warisan budaya kasultanan Trah Hamengku Buwono, sehingga segala sesuatu yang menyangkut suksesi, kalenggahan dan kalenggengan keluarga besar Hamengku Buwono harus sesuai Paugeran Keraton yang sudah berlangsung turun temurun seperti yang sudah banyak dicontohkan para leluhur.

Tiga, Yang bertahta saat ini di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, sehingga semua sabda selain dari nama tersebut di atas adalah tidak ada legitimasinya.

back to top