Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Pemalang -KoPi| Kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian sebagian wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami krisis kekurangan air bersih ( air sehat). Hal ini disebabkan banyaknya mata air yang mati serta kering akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ratno Kepala Desa Belik, Pemalang mengatakan krisis air bersih yang melanda Desa Belik dimulai sejak tiga bulan setelah masa kemarau.

"Sekarang sudah lima bulan lebih. Dukuh Tepus adalah salah satu dukuh yang mengalami kekeringan yang paling parah," ujar Ratno.

Menurut Ratno, sebenarnya di Desa Belik ada 39 titik mata air yang biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan air minum warga desa belik dan sudah dibuatkan instalasinya dengan mempergunakan anggaran dari ADD, Bansos, Pamsimas ataupun sumbangan Gubernur namun dikarenakan sumber mata airnya mati maka saat ini tidak berfungsi.

Upaya untuk pelestarian mata air,menurutnya, Pemerintahan Desa sudah bekerja sama dengan Perhutani, LMDH dengan cara menghijaukan di sekitar masing-masing mata air seluas 2 Ha namun belum membuahkan hasil mata air sesuai dengan harapan, katanya.

Untungnya, kata Ratno, Pemda Pemalang memberikan suplai air bersih ke masyarakat secara rutin. Masyarakat belum lama ini juga mendapatkan air bersih dari Kantor Pertanahan Nasional. Untuk itu masyarakat Dukuh Tepus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Pemda dan BPN Pemalang.

Kepala Kantor Pertanahan atau Pemalang Deni Santo mengatakan sumbangan air bersih ini masih dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU 2015).

"Kami Pegawai BPN Pemalang iuran secara swadaya sehingga kami bisa menyumbang 6(enam )tangki air bersih untuk Dukuh Tepus, Desa Belik Kecamatan, dan 4( empat ) tangki untuk dukuh alang-alang amba Desa Jatingarang Kecamatan Bodeh dengan kapasitas 1(satu) tangki 6000(enam ribu ) liter," Kata Deni Santo.| Joko Longkeyang

back to top