Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Pemalang -KoPi| Kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian sebagian wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami krisis kekurangan air bersih ( air sehat). Hal ini disebabkan banyaknya mata air yang mati serta kering akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ratno Kepala Desa Belik, Pemalang mengatakan krisis air bersih yang melanda Desa Belik dimulai sejak tiga bulan setelah masa kemarau.

"Sekarang sudah lima bulan lebih. Dukuh Tepus adalah salah satu dukuh yang mengalami kekeringan yang paling parah," ujar Ratno.

Menurut Ratno, sebenarnya di Desa Belik ada 39 titik mata air yang biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan air minum warga desa belik dan sudah dibuatkan instalasinya dengan mempergunakan anggaran dari ADD, Bansos, Pamsimas ataupun sumbangan Gubernur namun dikarenakan sumber mata airnya mati maka saat ini tidak berfungsi.

Upaya untuk pelestarian mata air,menurutnya, Pemerintahan Desa sudah bekerja sama dengan Perhutani, LMDH dengan cara menghijaukan di sekitar masing-masing mata air seluas 2 Ha namun belum membuahkan hasil mata air sesuai dengan harapan, katanya.

Untungnya, kata Ratno, Pemda Pemalang memberikan suplai air bersih ke masyarakat secara rutin. Masyarakat belum lama ini juga mendapatkan air bersih dari Kantor Pertanahan Nasional. Untuk itu masyarakat Dukuh Tepus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Pemda dan BPN Pemalang.

Kepala Kantor Pertanahan atau Pemalang Deni Santo mengatakan sumbangan air bersih ini masih dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU 2015).

"Kami Pegawai BPN Pemalang iuran secara swadaya sehingga kami bisa menyumbang 6(enam )tangki air bersih untuk Dukuh Tepus, Desa Belik Kecamatan, dan 4( empat ) tangki untuk dukuh alang-alang amba Desa Jatingarang Kecamatan Bodeh dengan kapasitas 1(satu) tangki 6000(enam ribu ) liter," Kata Deni Santo.| Joko Longkeyang

back to top