Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Pemalang -KoPi| Kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian sebagian wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami krisis kekurangan air bersih ( air sehat). Hal ini disebabkan banyaknya mata air yang mati serta kering akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ratno Kepala Desa Belik, Pemalang mengatakan krisis air bersih yang melanda Desa Belik dimulai sejak tiga bulan setelah masa kemarau.

"Sekarang sudah lima bulan lebih. Dukuh Tepus adalah salah satu dukuh yang mengalami kekeringan yang paling parah," ujar Ratno.

Menurut Ratno, sebenarnya di Desa Belik ada 39 titik mata air yang biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan air minum warga desa belik dan sudah dibuatkan instalasinya dengan mempergunakan anggaran dari ADD, Bansos, Pamsimas ataupun sumbangan Gubernur namun dikarenakan sumber mata airnya mati maka saat ini tidak berfungsi.

Upaya untuk pelestarian mata air,menurutnya, Pemerintahan Desa sudah bekerja sama dengan Perhutani, LMDH dengan cara menghijaukan di sekitar masing-masing mata air seluas 2 Ha namun belum membuahkan hasil mata air sesuai dengan harapan, katanya.

Untungnya, kata Ratno, Pemda Pemalang memberikan suplai air bersih ke masyarakat secara rutin. Masyarakat belum lama ini juga mendapatkan air bersih dari Kantor Pertanahan Nasional. Untuk itu masyarakat Dukuh Tepus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Pemda dan BPN Pemalang.

Kepala Kantor Pertanahan atau Pemalang Deni Santo mengatakan sumbangan air bersih ini masih dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU 2015).

"Kami Pegawai BPN Pemalang iuran secara swadaya sehingga kami bisa menyumbang 6(enam )tangki air bersih untuk Dukuh Tepus, Desa Belik Kecamatan, dan 4( empat ) tangki untuk dukuh alang-alang amba Desa Jatingarang Kecamatan Bodeh dengan kapasitas 1(satu) tangki 6000(enam ribu ) liter," Kata Deni Santo.| Joko Longkeyang

back to top