Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Sultan HB X mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas Featured

Sultan HB X  mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas

Jogja-KoPi│Gubernur DIY, Sultan Hamengubuwana X, mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas di Indonesia serta intruksi yang diberikan kepada Kapolri dan Panglima TNI, agar menindak tegas setiap ujaran dan tindakan yang dapat mengganggu persaudaraan dan kesatuan bangsa.

Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka (16/5) mengajak semua  pihak untuk dapat bersatu menjaga kebinekaan dan solidaritas serta meminta para pihak maupun kelompok untuk segera menghentikan gesekan-gesekan yang ada.

Tak hanya itu, Presiden juga mengintruksikan Kapolri dan Panglima TNI agar menindak tegas setiap ujaran dan tindakan yang dapat mengganggu persaudaraan dan kesatuan bangsa.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, NKRI dan Bhinneka Tungal Ika, dan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," tutupnya dalam pernyataan di press release dari Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Sultan Hamengkubuwana X merasa tindakan yang dilakukan Presiden adalah benar.

“Beliau punya wewenang untuk hal sepri itu, bagus. Kita butuh suasana yang kondusif karena kita sudah merdeka 70 tahun lebih. Tapi sepertinya sebagai bangsa yang harusnya menata masa depan, namun dipenuhi oleh isu-isu  yang sifatnya lokal," ujar Sultan saat diwawancarai dalam Pertemuan Nasional Museum di Hotel Syahid Rich Yogyakarta, Rabu (17/5).

Isu-isu lokal tersebut menyebabkan Indonesia berputar-berputar pada masalah yang dihadapi dan justru terlihat sebagai negara yang baru membangun bangsa dan negara. Perbedaan yang ada harusnya dianggap sebagai kekuatan untuk Indonesia.

“Jangan ada diskriminasi, kita ini dalam kebersamaan. Jadi yang merasa mayoritas jangan mendominasi, tapi disini yang minoritas merasa nyaman karena dilindungi yang mayoritas. Tidak usah membicarakan hal yang remeh-remeh, menata masa depan saja," terangnya

Selain itu, seharusnya tidak ada dominasi di Indonesia baik dari muslim maupun Suku Jawa sebagai kaum masyoritas di Indonesia.

“Yang muslim merasa dominan, ya jangan memaksakan kehendak, tapi melindungi. Orang Jawa yang dominan ya jangan memaksa menjadi mayoritas, semua suruh untuk ikut-ikutan. Ya justru Indonesia mau mengapresiasi yang minoritas menjadi nyaman dan aman”, jelas Sultan.

Sultan juga menyarankan masyarakat Indonesia untuk mensyukuri semua perbedaan yang ada di Indonesia dan tidak melakukan perbuatan yang mengganggu kebersamaan.

“Dari yang berbeda-beda menyatakan diri menjadi satu yaudah itu aja disyukuri. Jangan ngomong macem-macem yang menggangu kebersamaan itu," pungkasnya.

back to top